
Mahasiswi P2M Kelompok 1 Universitas Al-Amien (UNIA) Prenduan 2026 melaksanakan Sosialisasi Gerakan Anti Bullying dan Budaya Jujur di SDN Galis 1, Jumat, 17 Juli 2026. Program kerja bidang pendidikan dan konseling Islam dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) ini bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam, membentuk karakter jujur, serta meningkatkan kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari bullying.
Galis, Pamekasan - Mahasiswi P2M Kelompok 1 Universitas Al-Amien (UNIA) Prenduan 2026 melaksanakan program kerja di bidang pendidikan dan konseling Islam melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Anti Bullying dan Budaya Jujur. Program yang diinisiasi oleh Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) ini dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan dasar di Desa Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Pada pelaksanaan hari ini, Jumat, 17 Juli 2026, kegiatan berlangsung di SDN Galis 1 dan diikuti oleh siswa-siswi dengan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh tutor dari mahasiswi P2M Kelompok 1. Agar materi lebih mudah dipahami, penyampaian dilakukan menggunakan smart TV yang menampilkan slide, ilustrasi, dan video edukatif. Metode ini membuat suasana belajar lebih interaktif sehingga siswa aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung.
Menanamkan Nilai Islam Melalui Edukasi Anti Bullying
Materi yang disampaikan tidak hanya membahas pengertian, bentuk, dan dampak bullying, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam sebagai landasan pembentukan karakter. Tutor mengajak siswa memahami bahwa Islam melarang segala bentuk perundungan, ejekan, maupun penghinaan terhadap sesama. Salah satu ayat yang dijadikan dasar adalah firman Allah Swt. dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang mengingatkan agar suatu kaum tidak mengolok-olok kaum yang lain karena bisa jadi mereka yang diolok lebih baik di sisi Allah.
Selain itu, siswa juga diajak meneladani akhlak Rasulullah saw. yang selalu bersikap lembut, penyayang, dan menghormati setiap orang tanpa membeda-bedakan. Melalui kisah-kisah keteladanan Nabi Muhammad saw., peserta diajak memahami bahwa sikap saling menghargai, menjaga lisan, serta berkata baik merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi tentang budaya jujur juga dikaitkan dengan sifat á¹£idq yang dimiliki Rasulullah saw. Kejujuran dijelaskan sebagai salah satu karakter utama seorang muslim yang harus dibiasakan sejak usia dini, baik dalam belajar, bermain, maupun berinteraksi dengan orang lain.
Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia dan Berkarakter
Melalui kegiatan ini, mahasiswi P2M Kelompok 1 UNIA Prenduan 2026 berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah yang aman dan nyaman dapat terwujud apabila setiap siswa saling menghormati, menjaga ucapan, menjauhi perilaku mengolok-olok, serta membiasakan sikap jujur dalam setiap tindakan.
Program kerja dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menggabungkan pendidikan karakter dengan nilai-nilai keislaman. Diharapkan, sinergi antara mahasiswi P2M, guru, dan seluruh warga sekolah dapat melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu menerapkan ajaran Al-Qur'an dan keteladanan Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.


