
Pada Sabtu sore, 25 Juli 2026, mahasiswi Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan 2026 Kelompok 1 Putri mengikuti kegiatan penyiraman tanaman tembakau di lahan milik Ibu Rosidah, warga Dusun Galis Tengah. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat profesi petani, memahami proses perawatan tanaman tembakau sebagai salah satu komoditas utama Desa Galis, serta memetik nilai kerja keras, ketekunan, dan semangat perjuangan yang dimiliki para petani dalam mengelola lahannya.
Galis, Pamekasan - Sebagai bagian dari upaya mengenal potensi dan mata pencaharian masyarakat, mahasiswi Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan 2026 Kelompok 1 Putri Desa Galis mengikuti kegiatan penyiraman tanaman tembakau di lahan milik Ibu Rosidah, salah seorang warga Dusun Galis Tengah, pada Sabtu sore, 25 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung mengenai aktivitas pertanian yang menjadi salah satu profesi utama masyarakat Desa Galis.
Belajar dari Kehidupan Petani Tembakau
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswi P2M terlibat langsung dalam proses penyiraman tanaman tembakau bersama pemilik lahan. Melalui pengalaman ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tahapan perawatan tanaman tembakau, pentingnya ketelatenan dalam bercocok tanam, serta berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam menjaga kualitas tanaman.
Interaksi secara langsung dengan warga juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi mengenai proses budidaya tembakau dan perannya sebagai salah satu komoditas pertanian yang menopang perekonomian masyarakat Desa Galis.
Memetik Nilai dari Pengalaman Lapangan
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman praktik di lapangan, tetapi juga menjadi pembelajaran tentang makna kerja keras, ketekunan, dan perjuangan para petani dalam mengelola lahan pertanian. Dengan merasakan secara langsung aktivitas yang dilakukan masyarakat, mahasiswi P2M memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan petani sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat selama pelaksanaan Praktik Pemberdayaan Masyarakat.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswi P2M diharapkan mampu mengembangkan sikap empati, menghargai setiap profesi, serta menjadikan pembelajaran dari masyarakat sebagai bekal dalam menjalankan peran sebagai agen pemberdayaan yang mampu memahami kondisi dan potensi desa secara lebih komprehensif.


