
Galis, Pamekasan, 15 Juli 2026 – Mahasiswi Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian di Desa Galis yang meliputi pemetaan potensi UMKM siwil, rapat koordinasi program bersama mahasiswi P2M Universitas Wiraraja (UNIRA), pendampingan mengaji di LPI Nurul Huda, serta mengikuti pengajian rutin bersama masyarakat. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang berorientasi pada penguatan potensi lokal dan kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui seluruh rangkaian kegiatan, mahasiswi P2M UNIA menanamkan nilai kolaborasi, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan pengabdian berbasis keilmuan sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Galis secara berkelanjutan.
Galis, Pamekasan, 15 Juli 2026 – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M), mahasiswi Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) melanjutkan rangkaian pengabdian di Desa Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Rabu (15/7/2026). Agenda hari ketiga meliputi pemetaan potensi UMKM siwil, rapat koordinasi program bersama mahasiswi P2M Universitas Wiraraja (UNIRA), serta kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan bersama masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menempatkan potensi lokal sebagai titik awal pemberdayaan. Pendekatan ini mendorong mahasiswi untuk tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga mengenali aset yang telah dimiliki masyarakat sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.
Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Kolaborasi Akademik
Sekitar pukul 09.00 WIB, mahasiswi didampingi Bapak Afandi selaku Kasi Pelayanan Desa dan Bapak Moh. Ali selaku Kasi Kesejahteraan Desa Galis mengunjungi salah satu pelaku UMKM siwil. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswi mengamati secara langsung proses produksi, mulai dari pengolahan adonan hingga tahap pengemasan. Beberapa mahasiswi juga berkesempatan mempraktikkan proses pemotongan adonan sebagai bentuk experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Hasil observasi menunjukkan bahwa siwil sebagai produk unggulan desa memiliki peluang untuk berkembang melalui penguatan branding, pemasaran digital, serta inovasi kemasan guna meningkatkan nilai jual dan daya saing produk.
Pada siang hari, mahasiswi P2M UNIA melaksanakan rapat koordinasi bersama mahasiswi P2M Universitas Wiraraja (UNIRA) di Balai Desa Galis. Forum tersebut membahas pembagian tugas, penyelarasan jadwal, serta rancangan program kolaboratif yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Sinergi antarmahasiswi dari dua perguruan tinggi ini mencerminkan nilai kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab akademik dalam mewujudkan pengabdian yang lebih efektif.
Menguatkan Pendidikan Keagamaan dan Modal Sosial
Sore harinya, mahasiswi mendampingi kegiatan mengaji di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurul Huda dengan membimbing para santri membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Malam harinya, mahasiswi mengikuti pengajian rutin bersama ibu-ibu PKK yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, mahalul qiyam, dan doa bersama. Kehadiran mahasiswi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat modal sosial sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan yang telah mengakar.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan hari ketiga, P2M UNIA meneguhkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar pelaksanaan program kerja, melainkan proses pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kolaborasi, kepedulian sosial, dan nilai-nilai spiritual. Dengan semangat tersebut, mahasiswi diharapkan mampu menjadi insan akademik yang adaptif, berintegritas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan.


