Berita Desa

P2M UNIA Memberikan Pengarahan dan Pendampingan AI Bijak kepada Siswa MTs Sunan Giri Lobuk

Jumat, 31 Juli 2026 Desa Lobuk
P2M UNIA Memberikan Pengarahan dan Pendampingan AI Bijak kepada Siswa MTs Sunan Giri Lobuk

Peserta Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan mengadakan pengarahan dan pendampingan penggunaan AI secara bijak kepada siswa MTs Sunan Giri Lobuk pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa melalui pemahaman tentang manfaat, risiko, dan etika penggunaan AI dalam pembelajaran. Siswa dibagi berdasarkan jenjang kelas dan didampingi secara langsung untuk belajar menggunakan AI sebagai media pendukung belajar, bukan sebagai alat menyalin jawaban. Kegiatan berlangsung interaktif dan diakhiri dengan pemberian hadiah kepada siswa yang aktif serta sesi dokumentasi bersama.

Peserta Praktek Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan memberikan pengarahan dan pendampingan penggunaan AI secara bijak kepada siswa MTs Sunan Giri Lobuk, Senin 27 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa agar mampu memanfaatkan AI sebagai media pendukung pembelajaran secara aman, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi etika akademik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan peserta P2M kepada siswa-siswi MTs Sunan Giri Lobuk. Selanjutnya, peserta P2M memberikan pengarahan mengenai pengertian AI, manfaatnya dalam dunia pendidikan, potensi risiko penggunaannya, serta pentingnya memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis dan kejujuran dalam belajar.

Untuk memaksimalkan proses pembelajaran, siswa dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan jenjang kelas, yaitu kelompok kelas VII, VIII, dan IX. Setiap kelompok didampingi oleh dua hingga tiga peserta P2M yang memberikan arahan secara langsung mengenai cara memanfaatkan AI sebagai media belajar. Dalam sesi pendampingan tersebut, siswa diajak mencoba berbagai fitur AI, menyusun pertanyaan yang efektif (prompt), mengevaluasi jawaban yang dihasilkan AI, serta membandingkannya dengan sumber belajar lain agar informasi yang diperoleh tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan pendampingan secara langsung membuat suasana belajar berlangsung lebih interaktif. Siswa terlihat antusias berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba memanfaatkan AI untuk membantu menyelesaikan berbagai contoh tugas pembelajaran. Peserta P2M juga memberikan bimbingan kepada siswa agar tidak menggunakan AI sebagai sarana menyalin jawaban, melainkan sebagai alat untuk memahami materi, mencari referensi, dan mengembangkan kemampuan berpikir secara mandiri.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian kesimpulan, pemberian hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi, serta sesi dokumentasi bersama. Melalui pengarahan dan pendampingan ini, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan AI secara bijak sebagai teknologi pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir. Sementara itu, bagi peserta P2M, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Desa Lobuk.

Kembali ke Berita Diperbarui 31 Juli 2026