Sejarah Desa
Desa Pandan yang terletak di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, memiliki sejarah panjang yang berakar dari kondisi geografis pesisirnya. Nama desa ini diyakini berasal dari rimbunan tanaman pandan duri yang dahulu mendominasi kawasan pantai, tempat di mana pemukiman awal tumbuh dan berkembang. Masyarakat setempat yang awalnya mengandalkan sektor nelayan dan pertanian tradisional kemudian mengalami transformasi besar ketika kawasan pesisir ini terintegrasi ke dalam industri pergaraman nasional, di mana sekitar 80% lahan tambak dikuasai oleh PT Garam. Dominasi lahan ini mengubah bentang sosial-ekonomi Desa Pandan, menjadikan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani garam mitra maupun buruh tambak yang menopang ketahanan garam nasional. Seiring berjalannya waktu dan membaiknya aksesibilitas infrastruktur di jalur selatan Madura, Desa Pandan tidak hanya dikenal sebagai kawasan sentra garam, tetapi juga mengalami transformasi ekonomi kreatif. Salah satu fenomena penting yang muncul adalah popularitas "Kawasan Capak", wilayah tepi tambak dan pesisir yang kini menjadi destinasi favorit masyarakat untuk menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset). Perpaduan antara kilau putih hamparan tambak garam PT Garam, siluet pematang tambak saat senja, dan geliat aktivitas tempat berkumpul anak muda menjadikan Capak sebagai simbol modernisasi Desa Pandan—sebuah wilayah yang berhasil memadukan identitas keberlanjutan industri garam tradisional dengan potensi wisata alam berbasis komunitas.














