Tanjung Pademawu
Pademawu, Pamekasan

Tanjung Pademawu

Menuju Desa Digital dan Inovatif Berkelanjutan

6 Berita
8 Galeri
9 Potensi
1 Kelompok
11 Anggota

Data Kependudukan

Statistik demografi

Total Penduduk

7.778

Kepala Keluarga

2.670

Rata-rata / KK

2.9

Jumlah Dusun

9

Komposisi Jenis Kelamin

7778Total
Laki-laki 48%
Perempuan 52%

3.756

Laki-laki (48%)

4.022

Perempuan (52%)

Statistik Desa

Data per 2026/2027 Ganjil

Total Penduduk

7.778

Kepala Keluarga

2.670

Angka Kelahiran

0

Angka Kematian

0

Tentang Desa

Profil Desa

Sejarah, visi-misi, dan wajah pemerintahan desa dalam satu rangkuman

Sejarah Desa

Nama Desa Tanjung berasal dari kondisi geografis wilayahnya yang berupa daratan yang menjorok ke arah laut dan dikelilingi perairan pada tiga sisinya. Kawasan tersebut berada di Dusun Jumiang dengan garis pantai sepanjang kurang lebih satu kilometer. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, lokasi tersebut dipercaya sebagai tempat bersemedinya Pangeran Adirasa, yang konon berada di atas sebuah pohon ilalang. Kisah ini menjadi bagian dari tradisi lisan yang masih dikenal oleh masyarakat setempat. Pada masa awal terbentuknya, kehidupan masyarakat Desa Tanjung diatur berdasarkan hukum adat yang disepakati bersama. Berbagai aturan adat tersebut menjadi pedoman dalam mengatur hubungan sosial dan kehidupan bermasyarakat sesuai dengan kondisi lingkungan serta nilai-nilai yang berlaku pada saat itu. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya sistem pemerintahan, masyarakat Desa Tanjung bermusyawarah untuk membentuk pemerintahan desa sebagai suatu kesatuan hukum yang memiliki kewenangan mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Dalam struktur pemerintahan tersebut dipilih seorang Kepala Desa yang dibantu oleh perangkat desa, seperti Kepala Dusun, Kaur, dan Kasi dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Berdasarkan informasi yang tersedia, pemerintahan Desa Tanjung diperkirakan mulai terbentuk sekitar tahun 1972. Pembentukan pemerintahan desa bertujuan untuk menciptakan tata kelola kehidupan masyarakat yang lebih teratur berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, keberadaan pemerintahan desa juga menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat lokal dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan. SOSIAL EKONOMI aktivitas mata pencaharian masyarakat Desa Tanjung, yang letek geografisnya berada di daerah pesisir yaitu rata-rata sumber perekonomian masyarakatnya adalah sektor agrari, kelautan, dan wirausaha. Sektor agraris atau pertanian biasanya menjadi sektor dominan namun bisa juga dikatakan sektor sampingan. Alasannya adalah masyarakat cenderung melakukan aktivitas kerja yang langsung mendapatkan incame, sedangkan pertanian harus menunggu lama untuk dapat menghasilkan incame. Sektor pertanian yang menjadi cadangan perekonomian masyarakat juga merupakan saham terbesar yang mendapatkan penghasilan terbesar di waktu-waktu tertentu dan juga hal ini menjadi suatu penyegaran ekonomi masyarakat. Sektor kelautan merupakan sumber mata pencaharian yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya di Desa Tanjung. Sektor kelautan di Desa Tanjung aktivitas mata pencahariannya adalah sebagai nelayan yang merupakan saham terbesar kedua setelah agraris, dan petani rumput laut. Sektor kewirausahaan, sektor yang terpusat namun diruang lingkup yang terbilang kecil. Sektor ini yang menjadi titik temu sektor agraris dan sektor kelautan. Pusat dari sektor kewirausahaan terpusat di kampong sebelah yang menjadi tempat berputarnya rupiah setiap harinya. Sektor sampingan lainnya adalah sektor ternak yang merupakan sektor kecil. Kebanyakan masyarakat Desa Tanjung memelihari hewan ternak berupa unggas dan mamalia, contohnya ayam, kambing, dan sapi. yang letek geografisnya berada di daerah pesisir yaitu rata-rata sumber perekonomian masyarakatnya adalah sektor agrari, kelautan, dan wirausaha. Sektor agraris atau pertanian biasanya menjadi sektor dominan namun bisa juga dikatakan sektor sampingan. Alasannya adalah masyarakat cenderung melakukan aktivitas kerja yang langsung mendapatkan incame, sedangkan pertanian harus menunggu lama untuk dapat menghasilkan incame. Sektor pertanian yang menjadi cadangan perekonomian masyarakat juga merupakan saham terbesar yang mendapatkan penghasilan terbesar di waktu-waktu tertentu dan juga hal ini menjadi suatu penyegaran ekonomi masyarakat. Sektor kelautan merupakan sumber mata pencaharian yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya di Desa Tanjung. Sektor kelautan di Desa Tanjung aktivitas mata pencahariannya adalah sebagai nelayan yang merupakan saham terbesar kedua setelah agraris, dan petani rumput laut. Sektor kewirausahaan, sektor yang terpusat namun diruang lingkup yang terbilang kecil. Sektor ini yang menjadi titik temu sektor agraris dan sektor kelautan. Pusat dari sektor kewirausahaan terpusat di kampong sebelah yang menjadi tempat berputarnya rupiah setiap harinya. Sektor sampingan lainnya adalah sektor ternak yang merupakan sektor kecil. Kebanyakan masyarakat Desa Tanjung memelihari hewan ternak berupa unggas dan mamalia, contohnya ayam, kambing, dan sapi. Padi Mata pencaharian masyarakat desa tanjung adalah sebagai petani salah satunya petani padi. Kondisi ini menempatkan komoditas padi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat desa tanjung dimana luas lahan padi di desa tanjung memiliki luas tanah yang bisa dikatakan sangat luas. Lahan pertanian yang ada di wilayah desa tanjung adalah lahan yang dimiliki oleh penduduk desa tanjung itu sendiri disamping sebagian kecil yang dimilki oleh warga desa sekitar. Pengolahan lahan menggunakan bantuan hewan seperti sapi ataupun mesin yaitu menggunakan traktor. Penanaman padi dilakukan 2 kali selama setahun. Pemasaran untuk hasil padi dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk padi. Kendala dalam penanaman padi yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan menanam kembali benih. Tembakau Wilayah Desa Tanjung terdiri atas wilayah pesisir pantai dan dataran rendah yang sebagian besar adalah tanah atau ladang petanian dengan padi, jagung dan tembakau sebagai komoditas andalan Desa Tanjung sampai sekarang. Untuk penanaman tembakau dari Desa Tanjung secara kuantintas terbilang besar sampai sekarangpun tembakau menjadi pilihan utama dalam sektor ekonomi masyarakat Desa Tanjung. Dalam proses penanamannya dilakukan 1x dalam satu musim (tahun). Pemasaran untuk hasil tembakau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk tembakau. Kendala dalam penanaman tembakau yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk Pestisida dengan cara menyemprot daunnya. Kacang Hijau di Desa Tanjung Kacang hijau merupakan salah satu sumber kekayaan perekonomian masyarakat desa tanjung yang sejatinya dalam hal sektor pertanian tembakau dan garam merupakan perekonomian yang utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam hal lain kacang hijau hanya menunggu musim yang memang cocok dalam penanamannya, proses penanaman kacang hijau dilakukan 1 kali dalam satu musim yaitu pada saat musim kemarau. Pemasaran untuk hasil kacang hijau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk kacang hijau itu sendiri. Kendala dalam penanaman kacang hijau yaitu hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk atau penyemprotan cairan pestisida. Garam Menjadi petani garam adalah suatu anugerah yang di dapat oleh masyarakat desa tanjung. Dengan di dukung letak geografis yang strategis yang mana desa tanjung terletak dalam dua wilayah yang salah satunya yaitu wilayah yang berdekatan dengan pesisir atau bibir pantai. Dalam hal ini masyarakat desa tanjung memanfaatkan lahannya untuk dikelola menjadi lahan yang mendukung perekonomian atau pendapatan masyarakat sekitar menjadikan lahan tersebut menjadi ladang garam. Garam merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam proses pembuatan garam dibutuhkan sebidang atau tanah yang luas. Dimana volume air laut yang dibutuhkan hampir setara dengan tinggi garis bidang lahan. Dalam proses pembuatan garam dilakukan 2 minggu lamanya untuk menunggu air laut menjadi kristal atau butiran garam. Proses panen garam bisa didapatkan selama 1 bulan dua kali. Pemasaran untuk hasil garam biasanya dilakukan oleh tengkulak atau ada yang mengambil barangnya hasil garam itu sendiri. Kendala dalam proses pembuatan garam yaitu tergantung pada musim. Pada saat musim hujan hasil garam akan menurun disebabkan air laut tercampur dengan air hujan yang mengakibatkan dalam pengkristalan garamnya itu sendiri tergolong lama karena tanah selalu basah dan jarang tersinari matahari. Solusi bagi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan metode atap rumah ( rumah prisma) dengan demikian pembuatan garam tidak tergantung pada musim, sehingga bisa terus memproduksikan garam walaupun itu musim penghujan. WISATA Desa Tanjung salah satu daerah yang menyimpan potensi alam yang menakjubkan. Desa Tanjung memiliki tempat wisata yang sudah dikenal bahkan oleh masyarakat dari luar Madura. Terdapat dua wisata yang ada di Desa Tanjung tepatnya yang ada di Dusun Jumiang yaitu pantai Jumiang dan wisata religi bukit Jumiang. Pantai Jumiang menyuguhkan pemandangan yang indah kepada para wisatawan. Moment sunset bisa dilihat dari pantai Jumiang, begitupula dari bukit jumiang. Moment sunset inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari wisata yang ada di Desa Tanjung, Dusun Jumiang. Di pantai Jumiang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Jumiang sebagai lahan untuk menanam rumput laut, yang juga menjadi salah satu potensi yang dimiliki Desa Tanjung. Pantai tersebut juga ramai dikunjungi setiap sore oleh pemuda-pemuda desa dijadikan sebagai tempat bermain bola dipinggir pantai. Wisata religi bukit Jumiang terdapat makam Buju’ Adirasa yang merupakan sesepuh dari masyarakat Desa Tanjung. Banyak masyarakat yang datang untuk berziarah ke makam Buju’ Adirasa bahkan ada yang dari luar pulau Madura. Wisata di bukit Jumiang tidak hanya sebagai wisata religi tetapi juga menjadi tempat rekreasi keluarga di akhir pekan. Sebagai tempat piknik keluarga atau sekadar tempat refresing dengan menikmati jajanan yang dijual oleh para Pedagang kaki lima di bukit Jumiang.

±703,50 hektare Luas Wilayah
0 Dusun
2.670 Kepala Keluarga

Perangkat Desa

9 pejabat
ZABUR

ZABUR

Kepala Desa

JERY ALFEDO METALIAN

JERY ALFEDO METALIAN

Sekretaris Desa

SITTI FATIMAH

SITTI FATIMAH

Kasi Pelayanan

SYAKH ABUL ANEEN SYUAIYSA'

SYAKH ABUL ANEEN SYUAIYSA'

Kasi Kesejahteraan

Ahmad Riyadi

Ahmad Riyadi

Kasi Pemerintahan

MOH SUKRA

MOH SUKRA

Kaur Keuangan

SALEHODEN

SALEHODEN

Kaur Umum & Perencanaan

Nurul Hisnan Adirasa

Nurul Hisnan Adirasa

Kaur Umum & Perencanaan

Solehoddin

Solehoddin

Kaur Umum & Perencanaan

Jelajahi Profil Lengkap

Struktur pemerintahan, wilayah, hingga kontak desa — satu halaman.

Berita & Kegiatan

Kabar terbaru dari desa

Peserta Praktik Pemberdayaan Masyarakat Kunjungi DPL dan Tinjau Potensi Tambak Garam

26 Jul 2026

Peserta Praktik Pemberdayaan Masyarakat Kunjungi DPL dan Tinjau Potensi Tambak Garam

Peserta Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Posko Desa Tanjung mengunjungi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ustaz Ainul Yakin, M.Pd., yang sedang sakit. Setelah bersilaturahmi, peserta melanjutkan kegiatan dengan meninjau potensi tambak garam sebagai salah satu aset unggulan Desa Tanjung guna menambah wawasan dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang berbasis potensi lokal.

Pelatihan Kerajinan Bunga Kawat Bulu Dorong Kreativitas Ibu PKK Desa Tanjung

25 Jul 2026

Pelatihan Kerajinan Bunga Kawat Bulu Dorong Kreativitas Ibu PKK Desa Tanjung

Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) menggelar pelatihan pembuatan bunga hias dari kawat bulu bagi ibu-ibu PKK Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan produktivitas masyarakat melalui pemanfaatan kerajinan tangan yang berpotensi menjadi peluang usaha rumahan.

Pengajian Ummul Mukminin Perkuat Spiritualitas Ibu PKK dan DWP Pademawu

24 Jul 2026

Pengajian Ummul Mukminin Perkuat Spiritualitas Ibu PKK dan DWP Pademawu

Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Pademawu menggelar Pengajian Ummul Mukminin di Pendopo Kecamatan Pademawu pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan pembinaan spiritual bagi para perempuan muslimah melalui tausiah bertema "Menjadi Wanita Salehah yang Taat kepada Suami". Selain menambah pemahaman tentang peran istri dalam Islam, pengajian ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota DWP dan PKK se-Kecamatan Pademawu.

Galeri Foto

Dokumentasi kegiatan dalam gambar

Potensi Desa

UMKM, wisata, dan potensi unggulan desa

Pertanian Rumput Laut Pertanian dan Perkebunan

Pertanian Rumput Laut

Desa tanjung merupakan salah satu dari 6 desa di kecamatan pademawu yang memiliki potensi budidaya laut. Kondisi perairannya relatif tenang, dan masih bebas dari pencemaran serta bukan merupakan wilayah perairan yang dilalui kapal nelayan jadi sangat cocok untuk dilakukan usaha budidaya laut seperti budidaya rumput sebenarnya sudah sejak tahun 2008 dilakukan oleh para nelayan sebagai mata pencaharian alternatif. Saat ini jumlah pembudidaya rumput laut di desa tanjung sebanyak 227 orang dengan produksi rumput laut mencapai 210,5 ton (rumput laut kering) Potensi lahan budidaya laut di desa tanjung sebesar 3.400,5 Ha, tetapi baru dikelola seluas 5,82 Ha saja. Jika potensi lahan yang ada dimanfaatkan secara optimal maka potensi produksi rumput laut diprediksi bisa mencapai 50.000 kg (rumput laut kering). Usaha budidaya rumput sangat diminati oleh masyarakat pesisir di desa tanjung hingga sekarang, karena teknik budidayanya mudah, masa budidaya relatif singkat dan banyak menyerap tenaga kerja terutama ibu-ibu pada saat pengikatan bibit dan panen, oleh karena itu usaha dan budidaya rumput laut didesa tanjung bisa dikatakan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.

Padi Pertanian dan Perkebunan

Padi

Mata pencaharian masyarakat desa tanjung adalah sebagai petani salah satunya petani padi. Kondisi ini menempatkan komoditas padi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat desa tanjung dimana luas lahan padi di desa tanjung memiliki luas tanah yang bisa dikatakan sangat luas. Lahan pertanian yang ada di wilayah desa tanjung adalah lahan yang dimiliki oleh penduduk desa tanjung itu sendiri disamping sebagian kecil yang dimilki oleh warga desa sekitar. Pengolahan lahan menggunakan bantuan hewan seperti sapi ataupun mesin yaitu menggunakan traktor. Penanaman padi dilakukan 2 kali selama setahun. Pemasaran untuk hasil padi dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk padi. Kendala dalam penanaman padi yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan menanam kembali benih.

Tembakau Pertanian dan Perkebunan

Tembakau

Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, memiliki warisan pertanian yang khas. Salah satu komoditas unggulan yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat adalah tembakau. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi potensi tembakau di Desa Tanjung dan bagaimana komoditas ini terus memainkan peran penting dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat lokal. Tembakau telah lama menjadi salah satu tanaman utama yang dibudidayakan di desa ini. Tradisi menanam tembakau di Desa Tanjung telah dilakukan secara turun temurun dan menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk setempat. Faktor iklim yang mendukung dan keahlian petani setempat dalam mengolah tanaman tembakau membuat hasil panen menjadi sangat baik. Kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani Desa Tanjung terkenal di daerah sekitar dan telah mendapatkan pengakuan di pasar regional. Tembakau dari desa ini memiliki aroma yang khas, rasa yang lembut, dan tekstur yang baik, menjadikannya pilihan yang populer di antara para pemakai tembakau. Beberapa varietas tembakau yang biasa dibudidayakan di Desa Tanjung antara lain Virginia, Burley, dan tembakau lokal yang memiliki karakteristik unik. Selain sebagai sumber penghasilan bagi petani, tembakau juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi Desa Tanjung. Budidaya tembakau memberikan lapangan kerja kepada penduduk setempat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak pekerjaan terkait tembakau yang tersedia, seperti pemilihan, pengolahan, dan pengemasan tembakau, yang melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat dan lembaga terkait telah menyadari potensi dan pentingnya tembakau bagi perekonomian Desa Tanjung. Upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas tembakau yang dihasilkan, termasuk melalui program pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani. Selain itu, inisiatif pengembangan pasar dan promosi produk tembakau lokal juga telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar. Namun, seperti halnya dengan komoditas pertanian lainnya, budidaya tembakau juga memiliki tantangan tersendiri. Perubahan iklim, fluktuasi harga, dan perubahan kebijakan terkait tembakau dapat mempengaruhi produksi dan pendapatan petani. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk terus memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, pemantauan, dan pengembangan kegiatan diversifikasi pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Di samping itu, perlu juga diperhatikan aspek sosial dan lingkungan terkait dengan budidaya tembakau. Edukasi mengenai penggunaan pestisida yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah pertanian, dan praktik pertanian berkelanjutan perlu ditingkatkan guna memastikan bahwa budidaya tembakau tetap berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan sekitar. Tembakau di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, merupakan aset berharga yang perlu diperhatikan dan dikembangkan dengan baik. Melalui dukungan pemerintah, lembaga terkait, dan kesadaran masyarakat, diharapkan tembakau dapat terus menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi petani setempat. Dalam mengembangkan sektor ini, penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan agar Desa Tanjung dapat tetap berkembang dan masyarakatnya dapat merasakan manfaat yang adil dari potensi tembakau yang dimiliki.

Riwayat Kelompok P2M

Daftar kelompok yang pernah bertugas di Tanjung Pademawu

Kelompok P2M 14

2026/2027 GANJIL
AFIFAH, S.FIL.I., M.PD.I DPL: AFIFAH, S.FIL.I., M.PD.I
AMALIATUM MUKMILAH AMALIATUM MUKMILAH
EKA HOLILA FAZILA EKA HOLILA FAZILA
LAILATIL BADRIAH LAILATIL BADRIAH
NAFISSATUR RAHMAH NAFISSATUR RAHMAH
NAIMATUS ZAKIYAH NAIMATUS ZAKIYAH
NURHIDAYAH NURHIDAYAH
NURUL FITRIA NURUL FITRIA
SITI AISYAH SITI AISYAH
SITI RAHMA. M. ASTROMIJOYO SITI RAHMA. M. ASTROMIJOYO
WULAN LESTIANA WULAN LESTIANA
ZAHRATUL JANNA ZAHRATUL JANNA

Kontak & Lokasi