Sejarah Desa
Nama Desa Tanjung berasal dari kondisi geografis wilayahnya yang berupa daratan yang menjorok ke arah laut dan dikelilingi perairan pada tiga sisinya. Kawasan tersebut berada di Dusun Jumiang dengan garis pantai sepanjang kurang lebih satu kilometer. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, lokasi tersebut dipercaya sebagai tempat bersemedinya Pangeran Adirasa, yang konon berada di atas sebuah pohon ilalang. Kisah ini menjadi bagian dari tradisi lisan yang masih dikenal oleh masyarakat setempat. Pada masa awal terbentuknya, kehidupan masyarakat Desa Tanjung diatur berdasarkan hukum adat yang disepakati bersama. Berbagai aturan adat tersebut menjadi pedoman dalam mengatur hubungan sosial dan kehidupan bermasyarakat sesuai dengan kondisi lingkungan serta nilai-nilai yang berlaku pada saat itu. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya sistem pemerintahan, masyarakat Desa Tanjung bermusyawarah untuk membentuk pemerintahan desa sebagai suatu kesatuan hukum yang memiliki kewenangan mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Dalam struktur pemerintahan tersebut dipilih seorang Kepala Desa yang dibantu oleh perangkat desa, seperti Kepala Dusun, Kaur, dan Kasi dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Berdasarkan informasi yang tersedia, pemerintahan Desa Tanjung diperkirakan mulai terbentuk sekitar tahun 1972. Pembentukan pemerintahan desa bertujuan untuk menciptakan tata kelola kehidupan masyarakat yang lebih teratur berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, keberadaan pemerintahan desa juga menjadi wujud pelaksanaan demokrasi di tingkat lokal dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan. SOSIAL EKONOMI aktivitas mata pencaharian masyarakat Desa Tanjung, yang letek geografisnya berada di daerah pesisir yaitu rata-rata sumber perekonomian masyarakatnya adalah sektor agrari, kelautan, dan wirausaha. Sektor agraris atau pertanian biasanya menjadi sektor dominan namun bisa juga dikatakan sektor sampingan. Alasannya adalah masyarakat cenderung melakukan aktivitas kerja yang langsung mendapatkan incame, sedangkan pertanian harus menunggu lama untuk dapat menghasilkan incame. Sektor pertanian yang menjadi cadangan perekonomian masyarakat juga merupakan saham terbesar yang mendapatkan penghasilan terbesar di waktu-waktu tertentu dan juga hal ini menjadi suatu penyegaran ekonomi masyarakat. Sektor kelautan merupakan sumber mata pencaharian yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya di Desa Tanjung. Sektor kelautan di Desa Tanjung aktivitas mata pencahariannya adalah sebagai nelayan yang merupakan saham terbesar kedua setelah agraris, dan petani rumput laut. Sektor kewirausahaan, sektor yang terpusat namun diruang lingkup yang terbilang kecil. Sektor ini yang menjadi titik temu sektor agraris dan sektor kelautan. Pusat dari sektor kewirausahaan terpusat di kampong sebelah yang menjadi tempat berputarnya rupiah setiap harinya. Sektor sampingan lainnya adalah sektor ternak yang merupakan sektor kecil. Kebanyakan masyarakat Desa Tanjung memelihari hewan ternak berupa unggas dan mamalia, contohnya ayam, kambing, dan sapi. yang letek geografisnya berada di daerah pesisir yaitu rata-rata sumber perekonomian masyarakatnya adalah sektor agrari, kelautan, dan wirausaha. Sektor agraris atau pertanian biasanya menjadi sektor dominan namun bisa juga dikatakan sektor sampingan. Alasannya adalah masyarakat cenderung melakukan aktivitas kerja yang langsung mendapatkan incame, sedangkan pertanian harus menunggu lama untuk dapat menghasilkan incame. Sektor pertanian yang menjadi cadangan perekonomian masyarakat juga merupakan saham terbesar yang mendapatkan penghasilan terbesar di waktu-waktu tertentu dan juga hal ini menjadi suatu penyegaran ekonomi masyarakat. Sektor kelautan merupakan sumber mata pencaharian yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya di Desa Tanjung. Sektor kelautan di Desa Tanjung aktivitas mata pencahariannya adalah sebagai nelayan yang merupakan saham terbesar kedua setelah agraris, dan petani rumput laut. Sektor kewirausahaan, sektor yang terpusat namun diruang lingkup yang terbilang kecil. Sektor ini yang menjadi titik temu sektor agraris dan sektor kelautan. Pusat dari sektor kewirausahaan terpusat di kampong sebelah yang menjadi tempat berputarnya rupiah setiap harinya. Sektor sampingan lainnya adalah sektor ternak yang merupakan sektor kecil. Kebanyakan masyarakat Desa Tanjung memelihari hewan ternak berupa unggas dan mamalia, contohnya ayam, kambing, dan sapi. Padi Mata pencaharian masyarakat desa tanjung adalah sebagai petani salah satunya petani padi. Kondisi ini menempatkan komoditas padi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat desa tanjung dimana luas lahan padi di desa tanjung memiliki luas tanah yang bisa dikatakan sangat luas. Lahan pertanian yang ada di wilayah desa tanjung adalah lahan yang dimiliki oleh penduduk desa tanjung itu sendiri disamping sebagian kecil yang dimilki oleh warga desa sekitar. Pengolahan lahan menggunakan bantuan hewan seperti sapi ataupun mesin yaitu menggunakan traktor. Penanaman padi dilakukan 2 kali selama setahun. Pemasaran untuk hasil padi dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk padi. Kendala dalam penanaman padi yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan menanam kembali benih. Tembakau Wilayah Desa Tanjung terdiri atas wilayah pesisir pantai dan dataran rendah yang sebagian besar adalah tanah atau ladang petanian dengan padi, jagung dan tembakau sebagai komoditas andalan Desa Tanjung sampai sekarang. Untuk penanaman tembakau dari Desa Tanjung secara kuantintas terbilang besar sampai sekarangpun tembakau menjadi pilihan utama dalam sektor ekonomi masyarakat Desa Tanjung. Dalam proses penanamannya dilakukan 1x dalam satu musim (tahun). Pemasaran untuk hasil tembakau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk tembakau. Kendala dalam penanaman tembakau yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk Pestisida dengan cara menyemprot daunnya. Kacang Hijau di Desa Tanjung Kacang hijau merupakan salah satu sumber kekayaan perekonomian masyarakat desa tanjung yang sejatinya dalam hal sektor pertanian tembakau dan garam merupakan perekonomian yang utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam hal lain kacang hijau hanya menunggu musim yang memang cocok dalam penanamannya, proses penanaman kacang hijau dilakukan 1 kali dalam satu musim yaitu pada saat musim kemarau. Pemasaran untuk hasil kacang hijau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk kacang hijau itu sendiri. Kendala dalam penanaman kacang hijau yaitu hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk atau penyemprotan cairan pestisida. Garam Menjadi petani garam adalah suatu anugerah yang di dapat oleh masyarakat desa tanjung. Dengan di dukung letak geografis yang strategis yang mana desa tanjung terletak dalam dua wilayah yang salah satunya yaitu wilayah yang berdekatan dengan pesisir atau bibir pantai. Dalam hal ini masyarakat desa tanjung memanfaatkan lahannya untuk dikelola menjadi lahan yang mendukung perekonomian atau pendapatan masyarakat sekitar menjadikan lahan tersebut menjadi ladang garam. Garam merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam proses pembuatan garam dibutuhkan sebidang atau tanah yang luas. Dimana volume air laut yang dibutuhkan hampir setara dengan tinggi garis bidang lahan. Dalam proses pembuatan garam dilakukan 2 minggu lamanya untuk menunggu air laut menjadi kristal atau butiran garam. Proses panen garam bisa didapatkan selama 1 bulan dua kali. Pemasaran untuk hasil garam biasanya dilakukan oleh tengkulak atau ada yang mengambil barangnya hasil garam itu sendiri. Kendala dalam proses pembuatan garam yaitu tergantung pada musim. Pada saat musim hujan hasil garam akan menurun disebabkan air laut tercampur dengan air hujan yang mengakibatkan dalam pengkristalan garamnya itu sendiri tergolong lama karena tanah selalu basah dan jarang tersinari matahari. Solusi bagi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan metode atap rumah ( rumah prisma) dengan demikian pembuatan garam tidak tergantung pada musim, sehingga bisa terus memproduksikan garam walaupun itu musim penghujan. WISATA Desa Tanjung salah satu daerah yang menyimpan potensi alam yang menakjubkan. Desa Tanjung memiliki tempat wisata yang sudah dikenal bahkan oleh masyarakat dari luar Madura. Terdapat dua wisata yang ada di Desa Tanjung tepatnya yang ada di Dusun Jumiang yaitu pantai Jumiang dan wisata religi bukit Jumiang. Pantai Jumiang menyuguhkan pemandangan yang indah kepada para wisatawan. Moment sunset bisa dilihat dari pantai Jumiang, begitupula dari bukit jumiang. Moment sunset inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari wisata yang ada di Desa Tanjung, Dusun Jumiang. Di pantai Jumiang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Jumiang sebagai lahan untuk menanam rumput laut, yang juga menjadi salah satu potensi yang dimiliki Desa Tanjung. Pantai tersebut juga ramai dikunjungi setiap sore oleh pemuda-pemuda desa dijadikan sebagai tempat bermain bola dipinggir pantai. Wisata religi bukit Jumiang terdapat makam Buju’ Adirasa yang merupakan sesepuh dari masyarakat Desa Tanjung. Banyak masyarakat yang datang untuk berziarah ke makam Buju’ Adirasa bahkan ada yang dari luar pulau Madura. Wisata di bukit Jumiang tidak hanya sebagai wisata religi tetapi juga menjadi tempat rekreasi keluarga di akhir pekan. Sebagai tempat piknik keluarga atau sekadar tempat refresing dengan menikmati jajanan yang dijual oleh para Pedagang kaki lima di bukit Jumiang.




