Potensi Desa
UMKM, wisata, dan potensi unggulan Tanjung Pademawu
Padi
Mata pencaharian masyarakat desa tanjung adalah sebagai petani salah satunya petani padi. Kondisi ini menempatkan komoditas padi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat desa tanjung dimana luas lahan padi di desa tanjung memiliki luas tanah yang bisa dikatakan sangat luas. Lahan pertanian yang ada di wilayah desa tanjung adalah lahan yang dimiliki oleh penduduk desa tanjung itu sendiri disamping sebagian kecil yang dimilki oleh warga desa sekitar. Pengolahan lahan menggunakan bantuan hewan seperti sapi ataupun mesin yaitu menggunakan traktor. Penanaman padi dilakukan 2 kali selama setahun. Pemasaran untuk hasil padi dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk padi. Kendala dalam penanaman padi yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan menanam kembali benih.
Pertanian Rumput Laut
Desa tanjung merupakan salah satu dari 6 desa di kecamatan pademawu yang memiliki potensi budidaya laut. Kondisi perairannya relatif tenang, dan masih bebas dari pencemaran serta bukan merupakan wilayah perairan yang dilalui kapal nelayan jadi sangat cocok untuk dilakukan usaha budidaya laut seperti budidaya rumput sebenarnya sudah sejak tahun 2008 dilakukan oleh para nelayan sebagai mata pencaharian alternatif. Saat ini jumlah pembudidaya rumput laut di desa tanjung sebanyak 227 orang dengan produksi rumput laut mencapai 210,5 ton (rumput laut kering) Potensi lahan budidaya laut di desa tanjung sebesar 3.400,5 Ha, tetapi baru dikelola seluas 5,82 Ha saja. Jika potensi lahan yang ada dimanfaatkan secara optimal maka potensi produksi rumput laut diprediksi bisa mencapai 50.000 kg (rumput laut kering). Usaha budidaya rumput sangat diminati oleh masyarakat pesisir di desa tanjung hingga sekarang, karena teknik budidayanya mudah, masa budidaya relatif singkat dan banyak menyerap tenaga kerja terutama ibu-ibu pada saat pengikatan bibit dan panen, oleh karena itu usaha dan budidaya rumput laut didesa tanjung bisa dikatakan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.
Tembakau
Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, memiliki warisan pertanian yang khas. Salah satu komoditas unggulan yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat adalah tembakau. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi potensi tembakau di Desa Tanjung dan bagaimana komoditas ini terus memainkan peran penting dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat lokal. Tembakau telah lama menjadi salah satu tanaman utama yang dibudidayakan di desa ini. Tradisi menanam tembakau di Desa Tanjung telah dilakukan secara turun temurun dan menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk setempat. Faktor iklim yang mendukung dan keahlian petani setempat dalam mengolah tanaman tembakau membuat hasil panen menjadi sangat baik. Kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani Desa Tanjung terkenal di daerah sekitar dan telah mendapatkan pengakuan di pasar regional. Tembakau dari desa ini memiliki aroma yang khas, rasa yang lembut, dan tekstur yang baik, menjadikannya pilihan yang populer di antara para pemakai tembakau. Beberapa varietas tembakau yang biasa dibudidayakan di Desa Tanjung antara lain Virginia, Burley, dan tembakau lokal yang memiliki karakteristik unik. Selain sebagai sumber penghasilan bagi petani, tembakau juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi Desa Tanjung. Budidaya tembakau memberikan lapangan kerja kepada penduduk setempat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak pekerjaan terkait tembakau yang tersedia, seperti pemilihan, pengolahan, dan pengemasan tembakau, yang melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat dan lembaga terkait telah menyadari potensi dan pentingnya tembakau bagi perekonomian Desa Tanjung. Upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas tembakau yang dihasilkan, termasuk melalui program pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani. Selain itu, inisiatif pengembangan pasar dan promosi produk tembakau lokal juga telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar. Namun, seperti halnya dengan komoditas pertanian lainnya, budidaya tembakau juga memiliki tantangan tersendiri. Perubahan iklim, fluktuasi harga, dan perubahan kebijakan terkait tembakau dapat mempengaruhi produksi dan pendapatan petani. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk terus memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, pemantauan, dan pengembangan kegiatan diversifikasi pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Di samping itu, perlu juga diperhatikan aspek sosial dan lingkungan terkait dengan budidaya tembakau. Edukasi mengenai penggunaan pestisida yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah pertanian, dan praktik pertanian berkelanjutan perlu ditingkatkan guna memastikan bahwa budidaya tembakau tetap berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan sekitar. Tembakau di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, merupakan aset berharga yang perlu diperhatikan dan dikembangkan dengan baik. Melalui dukungan pemerintah, lembaga terkait, dan kesadaran masyarakat, diharapkan tembakau dapat terus menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi petani setempat. Dalam mengembangkan sektor ini, penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan agar Desa Tanjung dapat tetap berkembang dan masyarakatnya dapat merasakan manfaat yang adil dari potensi tembakau yang dimiliki.