
Peserta P2M Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan memberikan edukasi praktik pengurusan jenazah dalam kegiatan rutin Muslimatan Desa Tanjung. Setelah rangkaian pembacaan Yasin, Shalawat Nariyah, Burdah, dan Mahallul Qiyam, peserta P2M mendemonstrasikan tata cara memandikan dan mengafani jenazah sesuai syariat Islam. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan pengetahuan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Desa Tanjung, Jumat, 24 Juli 2026 – Peserta Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA Prenduan) berpartisipasi dalam kegiatan rutin Muslimatan Desa Tanjung yang dilaksanakan pada Jumat malam (24/7/2026). Kegiatan yang dipimpin oleh Hajjah Samah tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembinaan keagamaan bagi kaum ibu di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan Shalawat Nariyah, Burdah, dan Mahallul Qiyam yang diikuti oleh seluruh anggota Muslimatan dengan penuh kekhusyukan. Setelah kegiatan rutin selesai, peserta P2M diberikan kesempatan untuk memberikan edukasi melalui praktik pengurusan jenazah sebagai salah satu program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan edukasi dibuka oleh Koordinator Desa (Kordes) P2M Kelompok 6, kemudian dilanjutkan oleh moderator dari anggota P2M yang memandu jalannya kegiatan. Selanjutnya, peserta P2M mendemonstrasikan tahapan pengurusan jenazah perempuan, mulai dari tata cara memandikan hingga mengafani jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Selama praktik berlangsung, para peserta Muslimatan memperhatikan setiap tahapan dengan antusias dan sesekali mengajukan pertanyaan mengenai tata cara pelaksanaannya.
Ketua Muslimatan Desa Tanjung, Hajjah Samah, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh peserta P2M. Menurutnya, pelatihan semacam ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman praktis yang dapat diterapkan ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.
"Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik P2M yang telah berbagi ilmu. Materi seperti ini sangat penting karena tidak semua masyarakat memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat. Semoga ilmu yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi kami," ujar Hajjah Samah.
Ketua P2M Kelompok 6, Vivi Arfalinda, menyampaikan bahwa edukasi praktik pengurusan jenazah merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya para ibu, semakin memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diamalkan ketika dibutuhkan," ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif dan penuh antusiasme. Selain mempererat hubungan antara peserta P2M dan masyarakat, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas keagamaan masyarakat melalui pembelajaran yang bersifat praktis dan aplikatif.


