Tanjung
Saronggi, Sumenep

Tanjung

#

6 Berita
8 Galeri
2 Potensi
1 Kelompok
11 Anggota

Data Kependudukan

Statistik demografi

Total Penduduk

3.357

Kepala Keluarga

1.206

Rata-rata / KK

2.8

Jumlah Dusun

4

Komposisi Jenis Kelamin

3357Total
Laki-laki 48%
Perempuan 52%

1.601

Laki-laki (48%)

1.756

Perempuan (52%)

Statistik Desa

Data per 2026/2027 Ganjil

Total Penduduk

3.357

Kepala Keluarga

1.206

Angka Kelahiran

11390

Angka Kematian

8

Tentang Desa

Profil Desa

Sejarah, visi-misi, dan wajah pemerintahan desa dalam satu rangkuman

Sejarah Desa

ASAL USUL TANJUNG           Setiap tempat pasti memiliki cerita, entah itu cerita asal usul nama ataupun kejadian yang unik. Begitu juga dengan desa Tanjung. Nama Tanjung tidak seta merta muncul begitu saja. Namun dibalik nama tersebut menyimpan sejarah dan makna. Sejarah Desa Tanjung tidak terlepas dengan sejarah Goa Mandalia.           Pada tahun 1425 di Desa Langsar dan Desa Tanjung merupakan hutan yang lebat. Di antara tiga desa, yaitu Desa Pagar Batu, Tanjung dan Langsar terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Mandalia. Dahulu kala ada seorang pertapa di Goa Mandalia, pertapa tersebut bernama Agung So’on. Beliau berasal dari Paroppo Pamekasan Batu Ampar, dan menikah dengan seorang wanita dari Desa Langsar. Kakek dari Agung So’on berasal dari salah satu dusun di Desa Tanjung yaitu Dusun Nonggunong yang juga seoarang pertapa. Agung So’on mempunyai anak bernama Kyai Abu Samsuddin yang berada di Paroppo Batu Ampar Pamekasan. Abu Samsuddin mempunyai anak bernama Agung Kamuning, dan Agung Kamuning memiliki anak bernama Agung Marju.               Di Goa Mandalia terdapat sebuah batu yang sangat besar, dan di dalam batu tersebut terdapat sebuah kuburan (makam). Pada suatu hari di bulan purnama, Agung So’on Lake’ dan anaknya Agung Kemuning serta Agung Marju berkumpul di depan Gua Mandalia. Mereka bertukar pendapat mengapa gua tesebut dinamakan Gua Mandalia. Agung Kamuning mengatakan bahwa goa ini dinamakan dengan Goa Mandalia, sebab di Goa tersebut diceritakan banyak kejaiban yang terjadi. Agung Kemuning dan adiknya Agung Marjuk  mengadu kesaktian dimana yang berhasil atau menang itu berarti telah diterima oleh Allah SWT. Agung Kamuning menarik atau memasang benang dari Goa Mandalia sampai di Pinggir Siring yang ada di Talongtong di tempat nenek moyangnya, yaitu di Nonggunong. Di selatan Agung Marju (Juju’ Marju) tugasnya harus menyambung ilalang, ilalang tersebut disambung sampai ke Pinggir Siring yang berada di selatan Pagar Batu, setelah matahari mau terbenam Juju’ Marju berjalan di atas ilalang yang telah disambung. Benang yang dibuat jalan oleh agung Kemuning yang menuju ke utara yaitu Talongtong, benang tersebut tidak putus jadi kalau benang tersebut tidak putus berarti persemediannya sukses atau berhasil. Namun jalan yang menuju ke selatan benang atau lalang yang di sambung itu putus, tapi oleh mereka benang yang putus di sambung kembali. Tempat ilalang tersebut saat putus  di beri nama Sampung Salendang dan tempat setelah ilalang tersebut di sambung kembali diberi nama Kampung Talabbu. Yang berhasil memasang benang tanpa putus adalah Agung Kemuning. Di Goa Mandalia juga ada seorang pertapa lain yang bernama Kyai Noer Alam dan Ju’ Kapettoh. Mereka berdua juga memiliki saudara bungsu yang lebih sakti. Saudara bungsunya tersebut kalau berperang hanya membawa sedikit bekal. Siang dan malam beliau tidak pernah tidur, sehingga diberi julukan si Celeng Tato. Sekarang makamnya terdapat di Dusun Nonggunong. Suatu ketika Kyai Nur Alam menantang Si Bungsu untuk mengadu kesaktian. Kyai Nur Alam berkata kepada Si Bungsu “kalau kamu sakti atau beruntung dan sudah diterima oleh Allah SWT , maka sekarang aku punya segumpal daging untuk dijadikan seorang gadis cantik”. Kemudian setelah itu Kyai Noer Alam mengambil segumpal daging, lalu disirami dengan  air kehidupan, dan daging tersebut menjadi seorang anak yang baik. Tapi pada saat itu air yang ingin beliau gunakan untuk mensucikan anak tersebut habis. Lalu beliau menancapkan tongkatnya, seketika itu keluarlah air. Dan tempat tersebut mejadi sebuah taman (pemandian). Setelah itu bayi tersebut disucikan di taman oleh Kiyai Noer Alam, dan beri nama Sekar Sari. Setelah Sekar Sari beranjak dewasa dia dipinang oleh anaknya panglima Tanjung , kemudian setelah itu mereka menikah, dan dikaruniai seorang  anak  yang bernama Sekar Tanjung. Sekar tanjung bersemedi di taman yang ada di Tanjung. Sekar sari dikaruniai anak kedua yang bernama Bunga Tanjung, lalu Bunga Tanjung diambil menantu oleh Kerajaan Lobuk. Sebagai balas jasa atas segumpal daging yang telah beliau ubah menjadi bayi maka Kiyai Noer Alam pada musim kemarau memberikan permintaan kepada Sekar Sari. Kyai Noer Alam ingin memiliki pohon kelapa yang tinggi dan berbuah banyak. Dengan kesaktian Kyai Noer Alam, beliau bisa membelah kelapa hanya dengan sentuhan jarinya. Satu permintaan lagi dari Kyai Noer Alam , beliau meminta jagung yang muda, namun pada saat itu musim kemarau. Dengan kesaktiannya maka Kyai Noer Alam mengibaskan surbannya, maka keluarlah jagung. Ju’ Kapettoh mempunyai tugas untuk membuat Yusuf Prakara yang menyerupai tulisan hana caraka dari daun siwalan, setelah Yusuf Prakara bersemedi di pohon siwalan selama 1 minggu, Yusuf Prakara ini yang menceritakan keadaan Tanjung dan dusun yang ada di Tanjung serta goa Mandalia, Yusuf Prakara ini bertempat tinggal di Desa Langsar Dusun Karokoh , yang kedua ada di Desa Tanjung ,yang ketiga ada di Pagar Batu dan yang ke empat ada di Pinggir Papas yang kelima ada di Kalianget, yang ke enam ada di Pamekasan, yang ke tujuh ada di Bangkalan, setelah satu orang sudah mempunyai satu kitab yang dinamakan sejarahnya desa tanjung, binabah, dan nonggunong.

4,51 km² Luas Wilayah
0 Dusun
1.206 Kepala Keluarga
Jelajahi Profil Lengkap

Struktur pemerintahan, wilayah, hingga kontak desa — satu halaman.

Berita & Kegiatan

Kabar terbaru dari desa

Bangun Generasi Percaya Diri, P2M Kelompok 6 Gelar Pelatihan Public Speaking

29 Jul 2026

Bangun Generasi Percaya Diri, P2M Kelompok 6 Gelar Pelatihan Public Speaking

Peserta P2M Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan mengadakan pelatihan Public Speaking bagi Kelompok Khusus Public Speaking dan pengurus OSIS MTsN 3 Desa Tanjung. Kegiatan yang didampingi oleh Hamidi, M.Pd. ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian, dan kepercayaan diri siswa melalui materi dan praktik berbicara di depan umum. Pelatihan mendapat apresiasi dari pihak madrasah sebagai bekal penting bagi pengembangan potensi peserta didik.

Peserta P2M Kelompok 6 Dukung Pendataan Administrasi Pemerintah Desa Tanjung

29 Jul 2026

Peserta P2M Kelompok 6 Dukung Pendataan Administrasi Pemerintah Desa Tanjung

Peserta P2M Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan membantu Pemerintah Desa Tanjung dalam kegiatan pendataan administrasi bersama Kepala Desa Peni Kumalasari, S.E., perangkat desa, dan para kepala dusun. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa sekaligus bentuk dukungan terhadap tertib administrasi desa. Sekretaris Desa Didik Junaidi mengapresiasi kontribusi peserta P2M dan berharap apa yang dilakukan menjadi amal jariyah serta bermanfaat bagi masyarakat.

Muslimatan Desa Tanjung Jadi Ruang Edukasi Praktik Pengurusan Jenazah oleh P2M UNIA Prenduan

24 Jul 2026

Muslimatan Desa Tanjung Jadi Ruang Edukasi Praktik Pengurusan Jenazah oleh P2M UNIA Prenduan

Peserta P2M Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan memberikan edukasi praktik pengurusan jenazah dalam kegiatan rutin Muslimatan Desa Tanjung. Setelah rangkaian pembacaan Yasin, Shalawat Nariyah, Burdah, dan Mahallul Qiyam, peserta P2M mendemonstrasikan tata cara memandikan dan mengafani jenazah sesuai syariat Islam. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan pengetahuan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Galeri Foto

Dokumentasi kegiatan dalam gambar

Riwayat Kelompok P2M

Daftar kelompok yang pernah bertugas di Tanjung

Kelompok P2M 05

2026/2027 GANJIL
LUTHFATUL QIBTIYAH, S.HUM., M.PD.I DPL: LUTHFATUL QIBTIYAH, S.HUM., M.PD.I
AMALIA AGUSTIN AMALIA AGUSTIN
BADILAH BARIZAH BADILAH BARIZAH
DUWIK HORISA FAZILA DUWIK HORISA FAZILA
JUNIDA ROSA FITRIA JUNIDA ROSA FITRIA
LAILATUL MUKARROMAH LAILATUL MUKARROMAH
MASOHABATUL FIRDAUSIYAH MASOHABATUL FIRDAUSIYAH
MINNAH KAUTSARIYAH MINNAH KAUTSARIYAH
MUSLIHAYATI ANISA LISDIANI MUSLIHAYATI ANISA LISDIANI
NADIYA SALSABILA NADIYA SALSABILA
RIRIN DWI ARIYANTI RIRIN DWI ARIYANTI
VIVI ARFALINDA VIVI ARFALINDA

Kontak & Lokasi

Alamat

Kantor Desa Tanjung berlokasi di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Kode Pos 69467).

Telepon

082330971111

Email

pemdes.tanjungsaronggi@gmail.com

Jam Layanan

Senin -Jumat pukul 08:00 - 15:00 WIB.