
Hafidatin, S.Pd
Kepala Desa
Menuju Desa Digital dan Inovatif Berkelanjutan
Berdasarkan cerita (pitutur) masyarakat Errabu, keberadaan "Sumur Bhato" berkaitan erat dengan kisah hidup Pangeran Jokotole; salah satu Raja Sumenep yang sangat legendaris.
Di masa mudanya, beliau sering berkelana dengan menyamar seperti rakyat biasa. Konon, dalam perjalanannya, Pangeran Jokotole menunggang kuda bersama istri tercintanya; RA. Dewi Ratnadi yang merasa kehausan dan meminta untuk dicarikan air. Pangeran Jokotole segera mencari air disekitar namun tidak menemukan sambil melanjutkan perjalanannya ke arah barat. Sampailah mereka berdua ke Dasa Errabu. Rasa haus terus menekan tenggorokan RA. Dewi Ratnadi. Kembali ia meminta air kepada suami tercintanya. Pangeran Jokatole tak tahan melihat istrinya sangat kehausan. Beliau berusaha mencari air ke sekelilingnya, tapi
tetap tak menemukannya. Beliau meminta tongkat milik RA. Dewi Ratnadi dan berikhtiar untuk menemukan mata air dengan cara menancapkan tongkatnya ke hamparan batu. Dengan seizin Allah SWT., keluarlah mata air dengan derasnya. Serta merta Pangeran Jokotole merasa
gembira dan mengatakan "AENG RABU" (air telah datang). Betapa gembiranya pula RA. Dewi Ratnadi, beliau langsung minum dengan puas. Sejak saat itulah, masyarakat menyebut nama desa ini dengan "AENG RABU" dan akhirnya berubah menjadi ERRABU.
Berdasarkan cerita rakyat tersebut, besar kemungkinan penamaan Desa Errabu dimulai sejak pemerintahan Pangeran Jokotole/Arya Jaran Panole (Adipati Sumenep Tahun 1415-1460 M)
Terwujudnya Desa yang Mandiri, Sejahtera, Agamis, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal.
1. Pemerintahan (Tata Kelola): Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, bersih, dan melayani masyarakat secara cepat serta tepat. 2. Pembangunan Infrastruktur: Mengembangkan pembangunan infrastruktur dasar yang merata dan berwawasan lingkungan untuk mendukung perekonomian dan mobilitas warga. 3. Ekonomi & Pemberdayaan: Mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pengembangan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta sektor pertanian/perkebunan/pariwisata desa. 4. Sumber Daya Manusia (SDM) & Sosial: Meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial masyarakat guna mencetak SDM desa yang cerdas dan berdaya saing. 5. Keamanan, Budaya, & Lingkungan: Memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, gotong royong, pelestarian budaya lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Masa Bakti 2026-2026

Kepala Desa

Sekretaris Desa

Kasi Pemerintahan

Kasi Pelayanan

Kasi Kesejahteraan

Kepala Dusun I

Kepala Dusun II

Kaur Keuangan

Kaur Umum & Perencanaan

Kaur Umum & Perencanaan
Batas Utara
Ds. Gingging
Batas Selatan
Ds. Kapedi
Batas Timur
Ds. Lenteng
Batas Barat
Ds. Gilang
Luas Wilayah
126928 Ha
Jumlah Dusun
2
Lansia
285
Pemuda
730
Balita
281
Kelahiran
0
Kematian
0
Pendatang
0
Pindah Keluar
0