Berita Desa

Dari Sepeda Ontel hingga Pabrik Tahu, Mahasiswa P2M UNIA Belajar Makna Ketekunan di UD Rejeki Indah

Kamis, 23 Juli 2026 Desa Kadura Timur
Dari Sepeda Ontel hingga Pabrik Tahu, Mahasiswa P2M UNIA Belajar Makna Ketekunan di UD Rejeki Indah

Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan mengunjungi Pabrik Tahu UD Rejeki Indah di Desa Kaduara Timur untuk mempelajari potensi UMKM lokal sekaligus menyerap inspirasi dari perjalanan usaha Bapak Alfafi. Berawal dari berjualan tahu menggunakan sepeda ontel hingga berhasil mendirikan pabrik pada tahun 2011, kisah tersebut menjadi pelajaran berharga tentang arti kerja keras, ketekunan, dan semangat berwirausaha dalam membangun ekonomi masyarakat.

Kaduara Timur – Sebuah usaha besar tak selalu lahir dari modal yang besar. Terkadang, ia berawal dari sebuah sepeda ontel, semangat yang tak pernah padam, dan keyakinan untuk terus melangkah. Kisah itulah yang ditemui mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan saat mengunjungi Pabrik Tahu UD Rejeki Indah di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari eksplorasi potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu agenda mahasiswa P2M dalam mengenali kekuatan ekonomi lokal. Tidak hanya mengamati proses produksi, mahasiswa juga berdialog langsung dengan pemilik usaha, Bapak Alfafi dan Ibu Mufarrah, untuk memahami perjalanan panjang yang mengantarkan UD Rejeki Indah menjadi salah satu produsen tahu yang dikenal masyarakat.

Di balik aktivitas produksi yang kini berjalan setiap hari, tersimpan kisah perjuangan yang sederhana namun penuh makna. Bapak Alfafi menceritakan bahwa kecintaannya pada dunia usaha telah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMK. Saat itu, beliau mengambil tahu dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan untuk dijual kembali menggunakan sepeda ontel. Rutinitas tersebut terus dijalani hingga masa perkuliahan dan menjadi sekolah kehidupan yang mengajarkan arti kerja keras, kesabaran, dan ketekunan.

Pengalaman itulah yang kemudian menguatkan tekadnya untuk membangun usaha sendiri. Pada tahun 2011, lahirlah Pabrik Tahu UD Rejeki Indah. Dengan menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan, usaha tersebut terus berkembang hingga kini mampu memasok tahu ke berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sumenep.

"Usaha ini kami mulai dari pengalaman kecil saat masih sekolah. Berkat ketekunan dan kerja keras, pada tahun 2011 kami mendirikan Pabrik Tahu UD Rejeki Indah. Alhamdulillah, hingga sekarang hasil produksi kami dipasarkan ke beberapa pasar di wilayah Kabupaten Sumenep," tutur Bapak Alfafi.

Selain mendengarkan kisah perjalanan usaha, mahasiswa juga menyaksikan secara langsung proses pembuatan tahu, mulai dari pemilihan kedelai, penggilingan, perebusan, pengendapan sari kedelai, pencetakan, hingga pemotongan dan pengemasan. Setiap tahapan dilakukan dengan teliti untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Bagi mahasiswa, kunjungan ini bukan sekadar observasi terhadap proses produksi pangan. Lebih dari itu, mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari keberanian memulai, konsistensi dalam bekerja, serta komitmen menjaga kualitas. Nilai-nilai tersebut menjadi pelajaran berharga yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan berharap potensi UMKM lokal seperti UD Rejeki Indah semakin dikenal luas dan mampu terus berkembang sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Di sisi lain, pengalaman ini juga menjadi pengingat bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pengabdian, tetapi juga dengan belajar dari mereka yang telah membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengubah langkah kecil menjadi usaha yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Red. Sardi Adnan

Kembali ke Berita Diperbarui 23 Juli 2026