Berita Desa

Tangis Haru Warnai Seminar Anti-Bullying Mahasiswa P2M di SDI Mabdaul Falah

Sabtu, 1 Agustus 2026 Desa Kadura Timur
Tangis Haru Warnai Seminar Anti-Bullying Mahasiswa P2M di SDI Mabdaul Falah

Tangis haru mewarnai Seminar Anti-Bullying yang digelar Mahasiswa P2M Kelompok 5 Universitas Al-Amien Prenduan di SDI Mabdaul Falah. Melalui edukasi, sesi refleksi Butterfly Hug, dan dialog dari hati ke hati, para siswa diajak menyembuhkan luka, menumbuhkan empati, serta berkomitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.

Kaduara Timur, 1 Agustus 2026 — Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Kelompok 5 Universitas Al-Amien Prenduan menggelar Seminar Anti-Bullying bagi siswa kelas VI SDI Mabdaul Falah pada Sabtu (1/8). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Acara dibuka oleh Moh. Handika Nuril Ihsan selaku Master of Ceremony (MC) yang berhasil membangun suasana hangat dan interaktif sejak awal kegiatan. Antusiasme para siswa terlihat sepanjang seminar, mulai dari sesi penyampaian materi hingga kegiatan refleksi.

Materi utama mengenai anti-bullying disampaikan oleh Achmad Mambaul Makarim. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap saling menghargai dan menghormati antarsesama. Materi dikemas dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Memasuki sesi refleksi, Eldho Pranthara memandu kegiatan Butterfly Hug yang dipadukan dengan pendekatan bicara dari hati ke hati. Pada sesi ini, para siswa diajak mengenali dan menerima perasaan mereka, belajar memaafkan, serta memahami pentingnya menjadi teman yang saling menguatkan. Suasana berubah menjadi sangat haru ketika sejumlah siswa mulai mengungkapkan pengalaman mereka dan tidak mampu membendung air mata. Momen tersebut menjadi ruang yang aman bagi para peserta untuk mengekspresikan emosi sekaligus menyadari bahwa setiap orang berhak merasa diterima dan dihargai.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan aksi simbolis cap jari anti-bullying. Seluruh siswa dan panitia membubuhkan cap jari berwarna pada media yang telah disiapkan sebagai tanda tekad bersama untuk menolak segala bentuk perundungan dan membangun budaya saling peduli di lingkungan sekolah.

Melalui seminar ini, Mahasiswa P2M Kelompok 5 berharap nilai-nilai empati, kepedulian, dan persaudaraan dapat terus tumbuh di SDI Mabdaul Falah. Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman yang membekas di hati para siswa sehingga mereka terdorong untuk menjadi generasi yang berani berkata tidak pada perundungan dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang.

Kembali ke Berita Diperbarui 1 Agustus 2026