Berita Desa

Eksplorasi Potensi UMKM Lokal, Mahasiswa P2M UNIA Kunjungi Rengginang Sari Udang yang Tembus Pasar Antarpulau

Selasa, 21 Juli 2026 Desa Kadura Timur
Eksplorasi Potensi UMKM Lokal, Mahasiswa P2M UNIA Kunjungi Rengginang Sari Udang yang Tembus Pasar Antarpulau

Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan Posko V mengunjungi UMKM Rengginang Sari Udang di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Selasa (21/7/2026), sebagai upaya menggali dan mempromosikan potensi ekonomi lokal. Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Husen, suami pemilik UMKM Indah Yuliawati, mengungkapkan bahwa produk Rengginang Sari Udang telah dipasarkan hingga Palembang dan Kalimantan, dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 17 ton bahan baku per tahun dan rata-rata 1 kuintal per hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa P2M berharap potensi UMKM Desa Kaduara Timur semakin dikenal luas serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui produk lokal yang berdaya saing.

Kaduara Timur – Di balik renyahnya rengginang yang diproduksi di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, tersimpan kisah perjuangan pelaku usaha lokal yang berhasil membawa produk khas desa menembus pasar antarpulau. Melihat potensi tersebut, Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan Posko V mengunjungi UMKM Rengginang Sari Udang, Selasa (21/7/2026), sebagai bagian dari upaya menggali sekaligus mempromosikan potensi ekonomi masyarakat.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ahmad Husen, suami dari pemilik UMKM Sari Udang, Indah Yuliawati. Meski sang pemilik sedang berada di luar lokasi, Ahmad Husen dengan antusias menceritakan perjalanan usaha yang telah dirintis keluarganya hingga mampu dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah.

Di tengah persaingan produk pangan tradisional, Rengginang Sari Udang mampu mempertahankan kualitas dan kepercayaan pelanggan. Tidak hanya dipasarkan di wilayah Madura, produk tersebut kini telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Palembang dan Kalimantan. Jangkauan pemasaran tersebut menjadi bukti bahwa produk olahan khas desa memiliki daya saing apabila dikelola secara konsisten.

Dalam perbincangan bersama mahasiswa, Ahmad Husen mengungkapkan bahwa produktivitas usaha terus mengalami perkembangan. Sepanjang tahun lalu, UMKM Rengginang Sari Udang mampu mengolah bahan baku hingga mencapai sekitar 17 ton. Sementara itu, untuk memenuhi permintaan pasar setiap harinya, proses produksi rata-rata menghabiskan sekitar 1 kuintal bahan baku.

"Cukup banyak permintaannya. Tahun kemarin bahan baku yang kami gunakan sekitar 17 ton, sedangkan untuk produksi harian bisa mencapai 1 kuintal," ungkap Ahmad Husen.

Bagi Mahasiswa P2M, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai ketekunan pelaku UMKM dalam mempertahankan usahanya. Diskusi yang berlangsung hangat juga membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan produksi, pemasaran, hingga pentingnya menjaga kualitas agar produk tetap dipercaya konsumen.

Saat ditanya mengenai harapan terhadap perkembangan UMKM Rengginang Sari Udang ke depan, Ahmad Husen tidak menyampaikan target yang muluk. Dengan senyum khasnya, ia justru menyampaikan harapan sederhana yang sarat makna.

"Harapannya ya semoga usaha ini terus berjalan lancar. Semoga ke depannya semakin lancar, semakin berkembang, dan tidak ada halangan apa pun dalam menjalankan usaha ini," tutur Ahmad Husen.

Melalui kunjungan ini, Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan berharap potensi UMKM Desa Kaduara Timur semakin dikenal oleh masyarakat luas. Keberhasilan Rengginang Sari Udang menembus pasar hingga Palembang dan Kalimantan menjadi bukti bahwa produk lokal desa memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM seperti ini diharapkan terus tumbuh sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat sekaligus membawa nama baik Desa Kaduara Timur ke tingkat nasional.
Red. Zainnur Faiziz

Kembali ke Berita Diperbarui 21 Juli 2026