
Mahasiswa P2M Kelompok 5 Universitas Al-Amien Prenduan menggelar aksi Open Donasi Buku bertajuk "Satu Buku untuk Sejuta Harapan" di CFD Arek Lancor, Pamekasan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak masyarakat berdonasi buku untuk mendukung penguatan literasi di SDI Mabda'ul Falah. Aksi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca serta melahirkan generasi yang mencintai literasi.
PAMEKASAN – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan mewarnai kawasan Car Free Day (CFD) Arek Lancor, Pamekasan, Minggu (26/7/2026). Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Kelompok 5 Universitas Al-Amien Prenduan menggelar aksi Open Donasi Buku melalui gerakan "Satu Buku untuk Sejuta Harapan", sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat berkontribusi dalam meningkatkan akses literasi bagi anak-anak di SDI Mabda'ul Falah, Desa Kaduara Timur.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB tersebut dipusatkan di kawasan Arek Lancor yang saat itu dipadati masyarakat karena bertepatan dengan penyelenggaraan Pasar Rakyat Koperasi dan UMKM dalam rangka Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa P2M untuk mengajak masyarakat ikut ambil bagian dalam gerakan donasi buku sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya budaya literasi.
Gerakan ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Kaduara Timur. Mereka menemukan bahwa koleksi buku bacaan di SDI Mabda'ul Falah masih terbatas, sementara kebutuhan siswa terhadap bahan bacaan yang menarik dan edukatif terus meningkat. Berangkat dari kondisi tersebut, lahirlah program donasi buku sebagai upaya memperkaya sumber belajar sekaligus membangun ekosistem literasi di lingkungan sekolah.
Dengan membawa spanduk bertuliskan "Satu Buku untuk Sejuta Harapan", para mahasiswa menyapa para pengunjung CFD, menjelaskan tujuan kegiatan, serta mengajak mereka menjadi bagian dari gerakan berbagi melalui buku. Berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga para pengunjung bazar, tampak singgah di stan donasi. Banyak di antaranya dengan sukarela menyerahkan buku-buku layak baca sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh antusias dan kehangatan begitu terasa. Seluruh anggota P2M Kelompok 5 saling bekerja sama dalam menyambut para donatur, menerima dan mendata setiap buku yang disumbangkan, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun budaya membaca sejak usia dini. Dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan masih tumbuh kuat.
Hingga kegiatan berakhir, mahasiswa berhasil menghimpun puluhan buku bacaan, buku pelajaran, serta donasi tunai dari masyarakat. Seluruh donasi tersebut akan disalurkan kepada SDI Mabda'ul Falah untuk mendukung program penguatan literasi yang tengah dijalankan oleh P2M Kelompok 5.
Koordinator Desa (Kordes) P2M Kelompok 5, Bashir Alqori, berharap gerakan ini tidak hanya menghasilkan tumpukan buku, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya membaca di kalangan generasi muda.
"Kami berharap gerakan 'Satu Buku untuk Sejuta Harapan' ini menjadi awal lahirnya bibit-bibit unggul yang mencintai literasi. Ketika anak-anak akrab dengan buku sejak dini, mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga sedang membangun mimpi dan masa depan yang lebih baik, selanjutnya kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada donatur yang berkenan membagikan sedikit rejekinya, semoga hal tersebut menjadi amal jariyah dan semoga Allah SWT membalas kebaikan dari kalian semua" ujar Bashir Alqori.
Melalui gerakan ini, Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan ingin menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Satu buku yang didonasikan hari ini bukan sekadar menambah koleksi bacaan di rak sekolah, melainkan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan belajar anak-anak. Sebab, dari satu buku yang dibaca, sejuta harapan dapat tumbuh untuk masa depan yang lebih cerah.


