Berita Desa

Menjaga Ribuan Ayam, Menghidupi Banyak Harapan: Mahasiswa P2M UNIA Eksplorasi Potensi Peternakan "Istana Telur"

Rabu, 22 Juli 2026 Desa Kadura Timur
Menjaga Ribuan Ayam, Menghidupi Banyak Harapan: Mahasiswa P2M UNIA Eksplorasi Potensi Peternakan "Istana Telur"

Ribuan ayam petelur yang dipelihara di Istana Telur menjadi bukti besarnya potensi peternakan Desa Kaduara Timur. Melalui kunjungan edukatif ini, Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan belajar langsung tentang pengelolaan usaha peternakan sekaligus mengangkat potensi ekonomi lokal yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kaduara Timur – Di balik ribuan butir telur yang dihasilkan setiap hari, terdapat kerja keras yang tak pernah berhenti. Sejak pagi, aktivitas memberi pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga mengumpulkan hasil produksi menjadi rutinitas yang dijalankan di peternakan ayam petelur Istana Telur, salah satu usaha peternakan yang berkembang di Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Melihat besarnya potensi tersebut, Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan Posko V melakukan kunjungan edukatif ke lokasi pada Rabu (22/7/2026) sebagai bagian dari eksplorasi potensi ekonomi desa.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh pemilik peternakan, Moh. Mother, yang dengan terbuka membagikan kisah perjalanan usahanya. Di sela-sela aktivitas peternakan, beliau menjelaskan bagaimana Istana Telur yang berdiri sejak tahun 2018 terus berkembang hingga kini menjadi salah satu usaha peternakan ayam petelur yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat Desa Kaduara Timur.

Saat ini, peternakan tersebut memelihara sekitar 4.000 ekor ayam petelur. Ribuan ayam tersebut menghasilkan telur yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi para pekerja yang terlibat dalam operasional peternakan.

Dalam kesempatan itu, Moh. Mother juga menjelaskan besarnya kebutuhan pakan yang harus dipenuhi setiap hari agar produktivitas ayam tetap terjaga. Untuk setiap 1.000 ekor ayam dibutuhkan sekitar 1 kuintal 15 kilogram pakan per hari. Dengan jumlah ayam yang mencapai 4.000 ekor, kebutuhan pakan menjadi salah satu biaya operasional terbesar, terlebih dengan harga pakan yang berkisar Rp300.000 per kuintal. Seluruh aktivitas peternakan dibantu oleh tiga orang karyawan yang bertugas merawat ayam, memberikan pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga mengumpulkan hasil produksi telur.

"Istana Telur berdiri sejak tahun 2018. Saat ini kami memelihara sekitar 4.000 ekor ayam petelur. Untuk setiap 1.000 ekor ayam dibutuhkan sekitar 1 kuintal 15 kilogram pakan setiap hari, dan operasional peternakan dibantu oleh tiga orang karyawan," jelas Moh. Mother.

Bagi Mahasiswa P2M, kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha peternakan dikelola dengan perencanaan, ketekunan, dan konsistensi. Diskusi yang berlangsung hangat juga memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari tingginya biaya pakan hingga pentingnya menjaga kualitas produksi agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan berharap potensi peternakan yang dimiliki Desa Kaduara Timur semakin dikenal oleh masyarakat luas. Keberadaan Istana Telur menunjukkan bahwa sektor peternakan memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian desa sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Potensi tersebut diharapkan terus berkembang sehingga mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Red. Handika Nuril Ihsan

Kembali ke Berita Diperbarui 22 Juli 2026