
Pembuatan produk lokal desa montok yang terkena dengan perkebunan sayuran dan rempah rempahnya kini di manfaatkan oleh mahasiswi P2M Kel 09 dikelola menjadi sabun cuci daun pandan
Montok, Pamekasan – Mahasiswi Program Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) berhasil menciptakan produk lokal berupa sabun cuci berbahan dasar daun pandan yang diberi nama "Sabun Montok". Kegiatan pembuatan produk ini dilaksanakan pada Minggu lalu sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi alam Desa Montok.
Pembuatan Sabun Montok bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan desa sekaligus memberikan nilai tambah pada tanaman pandan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan bahan alami, sabun ini diharapkan menjadi alternatif produk rumah tangga yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat.
Proses pembuatan dilakukan secara bersama-sama oleh mahasiswi P2M UNIA, mulai dari menyiapkan ekstrak daun pandan, mencampurkan bahan-bahan pembuatan sabun, hingga proses pencetakan dan pengemasan produk. Seluruh tahapan dikerjakan dengan penuh semangat dan kerja sama sehingga menghasilkan produk yang siap diperkenalkan kepada masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari upaya mahasiswi P2M UNIA dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal serta meningkatkan kreativitas masyarakat Desa Montok. Ke depannya, Sabun Montok diharapkan dapat terus dikembangkan melalui inovasi kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran sehingga mampu menjadi produk khas Desa Montok yang memiliki daya saing.


