Berita Desa

Wisata religi Joko tarub di desa montok destinasi sarat sejarah dan nilai spiritual

Kamis, 30 Juli 2026 Desa Montok
Wisata religi Joko tarub  di desa montok destinasi sarat sejarah  dan nilai spiritual

Wisata religi yang mengikuti kepercayaan nenek moyong yang mencetuskan nama desa montok k ajeng Joko tarub

Mahasiswi Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) melaksanakan kunjungan religi ke Pesarean Joko Tarub yang berada di Dusun Pacanan, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, pada 27 Juli 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Pesarean Joko Tarub merupakan salah satu destinasi wisata religi yang dikenal masyarakat Madura. Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, Desa Montok dipercaya memiliki kaitan erat dengan Ki Ageng Joko Tarub. Masyarakat setempat meyakini bahwa nama "Montok" berasal dari salah satu ucapan Ki Ageng Joko Tarub yang kemudian menjadi asal-usul penamaan desa. Hingga kini, kawasan tersebut tetap menjadi tujuan peziarah dan wisatawan yang ingin mengenal sejarah serta tradisi lokal.

Selain dikenal sebagai tempat ziarah, masyarakat juga mempercayai adanya tradisi menulis harapan pada batang bambu yang berada di sekitar lokasi. Tradisi ini diyakini oleh sebagian pengunjung sebagai simbol doa dan harapan agar dipertemukan dengan jodoh maupun memperoleh kemudahan dalam mewujudkan cita-cita. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat sekitar. (Kepercayaan ini merupakan tradisi masyarakat setempat dan bukan ajaran agama.)

Melalui kunjungan ini, mahasiswa P2M UNIA tidak hanya mempererat kebersamaan melalui doa bersama, tetapi juga mempelajari sejarah, budaya, dan kearifan lokal Desa Montok. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya sekaligus memperkuat nilai religius dan kepedulian mahasiswa dalam melestarikan sejarah yang menjadi identitas masyarakat setempat

Kembali ke Berita Diperbarui 30 Juli 2026