
Kelompok P2M Desa Nambakor memperkuat persiapan pelaksanaan kegiatan melalui kerja bakti di Balai Desa dan rapat internal. Selain membahas jadwal serta pembagian tugas, kelompok juga melakukan koordinasi terkait pengembangan website desa agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah.
SUMENEP — Kelompok Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan di Desa Nambakor terus mematangkan persiapan berbagai kegiatan pengabdian. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja bakti di Balai Desa dan rapat internal kelompok pada Minggu (26/7/2026).
Sejak pagi, mahasiswa P2M bersama-sama membersihkan Balai Desa Nambakor. Kegiatan meliputi menyapu, mengepel, membersihkan halaman, merapikan ruangan, serta menata kembali sejumlah fasilitas yang digunakan dalam aktivitas pemerintahan dan kegiatan masyarakat.
Bagi kelompok P2M, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap fasilitas desa yang selama ini turut mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan selama masa pengabdian.
Setelah kegiatan kebersihan, mahasiswa melanjutkan agenda dengan rapat internal. Pertemuan tersebut membahas sejumlah persiapan kegiatan, mulai dari penyusunan jadwal, pembagian tugas antaranggota, kesiapan kebutuhan program, hingga langkah teknis yang perlu dilakukan agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Koordinasi menjadi salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut. Setiap anggota menyampaikan perkembangan tugas masing-masing sekaligus membahas kebutuhan yang masih harus diselesaikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan P2M dapat terlaksana secara terarah dan sesuai waktu yang telah ditentukan.
Selain persiapan kegiatan, kelompok juga menyoroti kebutuhan koordinasi terkait pengembangan Website Desa Nambakor. Komunikasi dengan tim IT masih perlu diperkuat agar kebutuhan teknis website dapat segera ditindaklanjuti.
Website desa menjadi salah satu bagian yang tengah dipersiapkan dalam rangka mendukung penyediaan informasi mengenai Desa Nambakor. Karena itu, koordinasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pihak yang menangani aspek teknis menjadi penting untuk memastikan proses pengembangannya berjalan dengan baik.
Rangkaian kegiatan hari itu kemudian ditutup dengan evaluasi bersama. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan masing-masing kegiatan, mengidentifikasi kendala, serta menyusun langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Melalui koordinasi dan kerja sama tersebut, kelompok P2M Nambakor terus berupaya memastikan setiap kegiatan yang direncanakan dapat dipersiapkan dengan matang. Semangat bergerak bersama antara mahasiswa dan pihak desa diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan selama masa pengabdian di Desa Nambakor.


