Berita Desa

Guru Kreatif, Siswa Aktif: P2M Nambakor Dorong Pembelajaran Digital dengan Google Sites

Senin, 3 Agustus 2026 Desa Nambakor
Guru Kreatif, Siswa Aktif: P2M Nambakor Dorong Pembelajaran Digital dengan Google Sites

SDN Nambakor 1 menjadi lokasi Workshop Keguruan bertema “Guru Kreatif, Siswa Aktif: Membangun Pembelajaran yang Menyenangkan dengan Google Sites”. Menghadirkan Dr. Ahmadi, M.Ag. sebagai narasumber, kegiatan membekali guru dengan pemanfaatan Google Sites sebagai media pembelajaran digital yang inovatif dan interaktif.

SUMENEP, INDONESIA — Upaya mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi mulai diperkuat di Desa Nambakor. Melalui Workshop Keguruan di SDN Nambakor 1, para pendidik diperkenalkan pada pemanfaatan Google Sites sebagai media pembelajaran digital yang dapat membuat proses belajar lebih interaktif, kreatif, dan mudah diakses.

Workshop yang mengusung tema “Guru Kreatif, Siswa Aktif: Membangun Pembelajaran yang Menyenangkan dengan Google Sites” tersebut menghadirkan Dr. Ahmadi, M.Ag. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh para guru yang memperoleh kesempatan untuk tidak hanya memahami konsep pembelajaran digital, tetapi juga mencoba secara langsung bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Di tengah perubahan cara belajar yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, kemampuan pendidik dalam memilih dan mengembangkan media pembelajaran menjadi semakin penting. Google Sites diperkenalkan sebagai salah satu alternatif yang memungkinkan guru menyusun materi, informasi pembelajaran, serta berbagai sumber belajar dalam satu ruang digital yang dapat diakses dengan lebih praktis.

Dalam sesi workshop, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran, dilanjutkan dengan pengenalan tahapan dasar pembuatan Google Sites. Para guru kemudian diarahkan untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan media pembelajaran digital sesuai kebutuhan pembelajaran mereka.

Suasana workshop tidak hanya berlangsung satu arah. Peserta terlibat dalam praktik dan diskusi, sementara mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan turut memberikan pendampingan teknis selama proses berlangsung. Pendampingan dilakukan untuk membantu guru menyelesaikan tahapan praktik dan mengatasi kendala yang muncul selama proses pembuatan media.

Bagi para pendidik, pemanfaatan teknologi bukan semata tentang menggunakan perangkat digital, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Workshop ini menjadi salah satu langkah P2M di Desa Nambakor dalam memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan. Melalui peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital, teknologi diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif.

Dari ruang kelas di Nambakor, langkah kecil menuju pembelajaran yang lebih digital mulai dibangun—dengan guru sebagai penggerak dan siswa sebagai penerima manfaat utama.

Kembali ke Berita Diperbarui 11 Agustus 2026