Berita Desa

Melalui Tahsinul Ibadah, Mahasiswa P2M UNIA Prenduan Tanamkan Cinta Al-Qur'an dan Sholat Sejak Dini

Rabu, 22 Juli 2026 Desa Nambakor
Melalui Tahsinul Ibadah, Mahasiswa P2M UNIA Prenduan Tanamkan Cinta Al-Qur'an dan Sholat Sejak Dini

Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan Kelompok IV menyelenggarakan kegiatan "Ngaji, Niat, dan Sholat: Serunya Belajar Ibadah" pada Rabu, 22 Juli 2026, di Desa Nambakor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak tentang membaca Al-Qur'an, niat ibadah, serta tata cara sholat melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Nambakor, Rabu (22/07/2026) – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan Kelompok IV menggelar kegiatan pembelajaran keagamaan bertajuk "Ngaji, Niat, dan Sholat: Serunya Belajar Ibadah" bagi anak-anak di Desa Nambakor. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan yang bertujuan menanamkan pemahaman dasar tentang ibadah sejak usia dini dengan metode yang menyenangkan dan interaktif.

Kegiatan dilaksanakan di musholla desa dan diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusias. Materi yang diberikan meliputi pembelajaran membaca Al-Qur'an, hafalan niat dalam berbagai ibadah, serta praktik gerakan dan bacaan sholat yang benar. Mahasiswa P2M membimbing peserta secara langsung agar setiap anak dapat memahami sekaligus mempraktikkan materi yang dipelajari.

Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh semangat. Melalui pendekatan edukatif yang dikemas secara menarik, anak-anak diajak untuk aktif bertanya, mengulang bacaan, serta mempraktikkan gerakan sholat bersama. Pendekatan tersebut membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Salah seorang mahasiswa P2M menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah sejak dini.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di Desa Nambakor. Melalui pembelajaran yang berkesinambungan, mahasiswa berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari anak-anak sebagai bekal dalam membentuk karakter yang religius.

Kembali ke Berita Diperbarui 23 Juli 2026