
Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan Kelompok IV melaksanakan kegiatan mengajar di SDN Nambakor 1, bersilaturahmi dengan perangkat Desa Nambakor, serta melakukan observasi ke tambak garam milik Bapak Sunandar pada Rabu, 22 Juli 2026. Rangkaian kegiatan ini bertujuan mendukung pendidikan, mempererat hubungan dengan masyarakat, dan menggali potensi ekonomi desa sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Nambakor, Rabu (22/07/2026) – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan Kelompok IV melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian yang berfokus pada bidang pendidikan, penguatan hubungan dengan masyarakat, serta pengenalan potensi lokal Desa Nambakor.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pembelajaran di SDN Nambakor 1 yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Dalam proses belajar mengajar, mahasiswa P2M berkolaborasi dengan guru untuk menciptakan suasana kelas yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Berbagai metode pembelajaran diterapkan guna meningkatkan partisipasi siswa sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif.
Kepala SDN Nambakor 1 mengapresiasi keterlibatan mahasiswa P2M dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
"Kehadiran mahasiswa P2M memberikan warna baru dalam kegiatan belajar mengajar. Anak-anak terlihat lebih antusias mengikuti pembelajaran, dan kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi dunia pendidikan," ungkapnya.
Setelah menyelesaikan kegiatan di sekolah, pada sore hari mahasiswa melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke kediaman beberapa perangkat Desa Nambakor yang belum sempat dikunjungi pada awal pelaksanaan P2M. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan aparatur desa sekaligus membangun komunikasi yang baik dalam mendukung pelaksanaan berbagai program kerja selama masa pengabdian.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai masukan mengenai kondisi sosial masyarakat, potensi desa, serta harapan pemerintah desa terhadap program-program yang sedang dijalankan. Dialog yang terjalin diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mewujudkan pengabdian yang tepat sasaran.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan observasi ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan Desa Nambakor, yaitu tambak garam milik Bapak Sunandar. Mahasiswa melakukan dialog secara langsung mengenai proses produksi garam, mulai dari tahapan pembuatan, lama proses hingga panen, luas lahan tambak, sistem pemasaran, hingga jaringan pembeli hasil produksi.
Observasi tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menggali potensi ekonomi lokal sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan masyarakat berbasis aset desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi sektor garam yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Desa Nambakor.
Melalui rangkaian kegiatan pendidikan, silaturahmi, dan observasi potensi desa, Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan masyarakat serta menghadirkan program pengabdian yang mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi Desa Nambakor.


