
Peserta P2M Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan mengamati budaya penyambutan siswa yang rutin dilaksanakan setiap pagi di MTsN 3 Desa Tanjung. Kepala madrasah dan guru piket menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah, sementara siswa membiasakan berjabat tangan, memberi salam, dan menuntun kendaraan saat memasuki lingkungan madrasah. Pembiasaan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai disiplin, sopan santun, dan karakter positif kepada peserta didik.
Desa Tanjung, Rabu, 22 Juli 2026 – Peserta Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Kelompok 6 Universitas Al-Amien Prenduan mengamati budaya penyambutan siswa yang rutin dilaksanakan setiap pagi di MTs Negeri 3 Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 07.00 WIB tersebut menjadi salah satu upaya madrasah dalam menanamkan nilai disiplin, sopan santun, dan karakter positif kepada peserta didik.
Selama beberapa pekan mengikuti kegiatan belajar mengajar di MTsN 3 Desa Tanjung, peserta P2M melihat Kepala Madrasah, Didik Santoso, S.Pd., M.Pd., bersama guru yang bertugas piket telah bersiaga di gerbang sekolah sebelum siswa datang. Mereka menyambut setiap peserta didik dengan ramah, memberikan salam, serta berjabat tangan sebelum siswa memasuki lingkungan madrasah.
Siswa datang ke sekolah dengan berbagai cara, mulai dari mengendarai sepeda motor, diantar oleh orang tua, hingga menggunakan kendaraan operasional madrasah. Sebelum memasuki area sekolah, seluruh siswa tampak menuntun sepeda motornya saat melewati gerbang sebagai bentuk kepatuhan terhadap tata tertib dan menjaga keselamatan di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 3 Desa Tanjung, Didik Santoso, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa budaya penyambutan pagi merupakan salah satu kebiasaan yang terus diterapkan untuk membangun kedekatan antara guru dan siswa sekaligus membiasakan sikap disiplin sejak awal kegiatan belajar.
Kami ingin setiap pagi menjadi awal yang baik bagi peserta didik. Dengan menyambut mereka di gerbang, kami berharap terjalin kedekatan antara guru dan siswa serta tumbuh kebiasaan disiplin, sopan santun, dan saling menghormati," ujar Didik Santoso.
Bagi peserta P2M, budaya penyambutan tersebut memberikan pengalaman sekaligus pembelajaran bahwa pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Ketua P2M Kelompok 6 menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana tersebut memberikan kesan positif selama menjalankan pengabdian di MTsN 3 Desa Tanjung.
Kami melihat budaya menyambut siswa setiap pagi menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan karakter diterapkan melalui pembiasaan. Sikap sopan siswa yang memberi salam, berjabat tangan, dan menuntun kendaraan saat memasuki gerbang menunjukkan bahwa nilai-nilai kedisiplinan telah ditanamkan dengan baik," ungkapnya.
Melalui budaya sambut pagi yang dilakukan secara konsisten, MTsN 3 Desa Tanjung tidak hanya menciptakan suasana sekolah yang ramah dan tertib, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui kebiasaan-kebiasaan positif. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi peserta P2M mengenai pentingnya pembiasaan sebagai bagian dari proses pendidikan.


