
Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan meninjau UMKM krupuk warisan leluhur di Desa Bluto. Meski menjadi penggerak ekonomi lokal, usaha ini menghadapi tantangan terkait legalitas dan pemasaran yang diharapkan dapat dibantu melalui program pendampingan.
Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan tahun 2026 melaksanakan kunjungan strategis ke sentra produksi krupuk tradisional di Dusun Tadjhan, Desa Bluto, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi lokal sekaligus memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha mikro dalam mempertahankan warisan kuliner turun-temurun di tengah modernisasi.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan meninjau langsung proses produksi krupuk yang telah menjadi identitas ekonomi warga setempat sejak puluhan tahun lalu. Sektor usaha ini terbukti menjadi salah satu pilar penopang ekonomi keluarga di Dusun Tadjhan, kendati saat ini hanya tersisa dua lokasi produksi yang masih aktif beroperasi.
Menjaga Eksistensi di Tengah Keterbatasan
Berdasarkan hasil diskusi dengan pemilik usaha, proses pembuatan krupuk di Dusun Tadjhan dilakukan secara konsisten setiap hari dengan kapasitas produksi mencapai setengah kuintal per hari. Menariknya, usaha ini merupakan warisan leluhur yang dijaga keasliannya dari generasi ke generasi.
Selain nilai historis, usaha ini juga berperan krusial dalam pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Pemilik usaha berkomitmen mempertahankan para pekerja dari lingkungan sekitar di tengah sulitnya mendapatkan tenaga kerja di dusun tersebut. Hal ini mencerminkan fungsi sosial UMKM yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga stabilitas ketenagakerjaan di tingkat desa.
"Usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan warisan yang harus kami jaga. Tantangan terbesar memang terletak pada sulitnya mencari tenaga kerja yang konsisten di dusun ini, sehingga kami berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan pekerja yang ada sekarang," ujar pemilik usaha saat berdiskusi dengan tim mahasiswa.
Tantangan Legalitas dan Pemasaran
Dalam dialog lebih mendalam, terungkap beberapa kendala yang membatasi pengembangan usaha ke skala yang lebih luas. Hingga saat ini, pelaku usaha belum menunjukkan minat untuk mengurus legalitas produk. Hal ini didasari oleh persepsi bahwa proses administratif pengurusan izin usaha dianggap rumit dan memakan waktu.
Selain itu, strategi pemasaran yang diterapkan saat ini masih bersifat konvensional. Penjualan dilakukan secara terbatas melalui sistem pesanan langsung dan pemasaran di area lokal saja. Kondisi ini membuat jangkauan pasar produk krupuk khas Tadjhan belum mampu menembus ritel modern atau pasar daring.
Harapan bagi Keberlanjutan UMKM
Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan untuk merumuskan langkah pendampingan yang tepat. Mahasiswa melihat perlunya edukasi mengenai pentingnya legalitas usaha untuk memberikan jaminan kualitas dan perlindungan hukum bagi produk, serta potensi pengembangan pemasaran digital untuk meningkatkan nilai ekonomi produk.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi pelaku UMKM untuk berani berinovasi tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya. Mahasiswa P2M berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan solusi atas kendala-kendala yang dihadapi masyarakat, guna memastikan warisan leluhur ini tetap lestari dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi kesejahteraan warga Desa Bluto


