Gotong Royong Membangun Desa, P2M Universitas Al-Amien Prenduan Bersama Warga dan Tokoh Masyarakat Dirikan Taman Desa Bluto
Gotong Royong Membangun Desa, P2M Universitas Al-Amien Prenduan Bersama Warga dan Tokoh Masyarakat Dirikan Taman Desa Bluto
Sumenep — Semangat gotong royong kembali terlihat di Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Kami dari Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan bersama warga dan tokoh masyarakat setempat bahu-membahu mendirikan taman desa sebagai ruang publik baru bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Universitas Al-Amien Prenduan, dengan tujuan mendorong pemberdayaan warga sekaligus memperindah dan menata ruang publik di lingkungan desa. Pembangunan taman desa ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat umum yang turut serta secara sukarela.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Selaku ketua kegiatan, kami menyampaikan bahwa program ini lahir dari hasil diskusi bersama perangkat desa yang melihat potensi lahan kosong di tengah pemukiman warga untuk dijadikan ruang terbuka hijau yang bermanfaat. Melalui pendekatan partisipatif, kami bersama mahasiswa dan dosen yang tergabung dalam tim pengabdian turun langsung bersama warga, mulai dari tahap perencanaan, pembersihan lahan, penataan, hingga proses pembangunan taman.
"Program ini bukan sekadar membangun fisik taman, tetapi juga membangun kebersamaan dan rasa memiliki warga terhadap fasilitas desa mereka sendiri," ujar salah satu perwakilan kami.
Tokoh masyarakat Desa Bluto turut menyambut baik inisiatif ini. Menurut mereka, kehadiran taman desa akan memberikan banyak manfaat, di antaranya:
Menyediakan ruang interaksi sosial bagi warga dari berbagai usia
Menjadi lokasi edukasi dan kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja
Mempercantik wajah desa sekaligus mendukung penghijauan lingkungan
Memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa
Proses Pembangunan Penuh Semangat Kebersamaan
Proses pembangunan taman berlangsung dengan penuh antusiasme. Warga bergotong royong membersihkan lahan, menanam pohon peneduh dan tanaman hias, membuat jalan setapak, hingga menata area duduk sederhana untuk warga. Kami dan mahasiswa peserta P2M turut aktif dalam setiap tahapan, mulai dari kerja fisik hingga pendampingan penataan konsep taman agar fungsional dan estetis.
Kegiatan gotong royong ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara civitas akademika Universitas Al-Amien Prenduan dan masyarakat Desa Bluto. Suasana kekeluargaan tampak begitu kental, di mana warga menyediakan konsumsi bagi para peserta kegiatan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi.
Diharapkan Menjadi Contoh Program Berkelanjutan
Kami berharap program pembangunan Taman Desa Bluto ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa di wilayah Sumenep lainnya. Ke depan, kami merencanakan agar program P2M ini tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga disertai pendampingan pengelolaan taman secara mandiri oleh warga, seperti pembentukan kelompok sadar lingkungan dan program penghijauan lanjutan.
Dengan berdirinya Taman Desa Bluto, kami berharap masyarakat memiliki ruang publik yang nyaman, asri, dan bermanfaat, sekaligus menjadi simbol nyata semangat gotong royong yang terus kami jaga bersama warga.