
Peserta P2M Universitas Al-Amien Prenduan sukses menggelar pagelaran tarian tradisional bersama santri Musholla Sunan Ampel di Dusun Timur Lorong, Desa Bluto, pada 21 Juli 2026. Acara pra-peringatan Maulid Nabi ini menampilkan Tari Saman, Zapin, dan Mayall yang disambut antusias oleh ratusan warga dari berbagai daerah di Sumenep.
SUMENEP – Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan oleh mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan tahun 2026. Bersama para santri Musholla Sunan Ampel, peserta P2M sukses menggelar pementasan seni dan budaya tarian tradisional sebagai rangkaian acara pra-peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang sarat nilai edukasi budaya ini dilangsungkan di Dusun Timur Lorong, Desa Bluto, pada Selasa (21/07/2026) malam.
Acara yang diinisiasi dan diselenggarakan langsung oleh peserta P2M Universitas Al-Amien Prenduan ini bertujuan untuk memberikan wadah kreativitas bagi anak-anak serta menanamkan rasa cinta terhadap seni budaya tradisional sejak usia dini. Pagelaran yang berpusat di lingkungan dusun tersebut dihadiri oleh ratusan penonton, yang didominasi oleh jamaah majelis taklim ibu-ibu dari berbagai daerah di Kabupaten Sumenep.
Rangkaian Pagelaran Seni dan Budaya
Pelaksanaan kegiatan pra-acara dimulai pada malam hari, tepatnya selepas Shalat Isya, dan berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Suasana hangat dan meriah langsung terasa ketika para santri binaan Musholla Sunan Ampel bersama mahasiswa naik ke panggung untuk menampilkan berbagai kepiawaian seni tari daerah.
Dalam pementasan tersebut, para penampil membawakan sejumlah tarian tradisional yang membutuhkan kekompakan dan ketangkasan tingkat tinggi. Beberapa tarian nusantara dan rumpun melayu yang disuguhkan di hadapan para tamu undangan meliputi Tari Saman yang dinamis, Tari Zapin yang bernafsu religius dan enerjik, serta Tari Mayall yang khas. Setiap gerakan tarian disajikan dengan apik dan sukses memukau mata para penonton yang memadati area acara.
Antusiasme dan Kebanggaan Masyarakat
Pelaksanaan pagelaran seni tradisional ini mendatangkan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Para penonton, khususnya kalangan ibu-ibu majelis taklim dari berbagai penjuru Sumenep, menunjukkan antusiasme yang tinggi sepanjang acara berlangsung. Mereka tampak terhibur sekaligus merasakan kebanggaan tersendiri melihat anak-anak muda dan santri lokal masih aktif berperan serta dalam melestarikan warisan budaya leluhur di tengah arus modernisasi.
"Kami sangat bangga dan terhibur melihat anak-anak tampil percaya diri membawakan tarian tradisional. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menjaga kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa," ungkap salah satu warga yang hadir dalam acara tersebut.
Harapan dan Keberlanjutan Pelestarian Budaya
Melalui kegiatan ini, peserta P2M Universitas Al-Amien Prenduan tidak hanya berhasil meramaikan pra-acara keagamaan, tetapi juga sukses menumbuhkan ruang ekspresi kultural yang konstruktif di tengah masyarakat Desa Bluto. Kolaborasi harmonis antara mahasiswa dan santri setempat membuktikan bahwa seni dan agama dapat berjalan berdampingan dalam mempererat ukhuwah islamiyah dan kebudayaan.
Ke depannya, rangkaian kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam serta memotivasi masyarakat Desa Bluto untuk terus merawat dan melestarikan seni budaya tradisional. Peserta P2M Universitas Al-Amien Prenduan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program kreatif yang edukatif hingga akhir masa pengabdian mereka.


