
Mahasiswi P2M Universitas Al-Amien Prenduan melaksanakan observasi kerajinan tikar tradisional di Desa Kaduara Barat pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini berfokus pada pembelajaran langsung mengenai tahapan pemilihan dan pengolahan bahan baku—fase krusial yang menentukan kualitas, tekstur, serta daya tahan produk akhir. Melalui interaksi dengan pengrajin lokal, mahasiswai mendapatkan wawasan mendalam mengenai pelestarian kearifan lokal dan potensi kerajinan khas desa tersebut.
Mahasiswi Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan melaksanakan observasi ke salah satu lokasi kerajinan tikar tradisional di Desa Kaduara Barat, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat tahapan pemilihan serta pengolahan bahan baku yang menjadi fondasi utama kerajinan tangan khas warga setempat.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berinteraksi langsung dengan pengrajin lokal yang memaparkan secara rinci tahapan awal pembuatan tikar. Penjelasan dimulai dari kriteria penyeleksian bahan baku berkualitas tinggi hingga proses pengolahannya agar siap dianyam. Para mahasiswa juga menyaksikan secara dekat teknik pengerjaan awal tersebut sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.
Pengrajin setempat menjelaskan bahwa proses pemilihan dan pengolahan bahan baku merupakan fase paling krusial dalam menentukan daya tahan serta kualitas produk akhir. Ketelitian pada tahap awal ini sangat menentukan agar bahan tidak mudah rapuh dan menghasilkan tekstur tikar yang halus serta tahan lama saat digunakan.
Melalui observasi ini, para mahasiswa memperoleh wawasan berharga mengenai seluk-beluk pelestarian kerajinan tikar tradisional di Kaduara Barat. Kegiatan lapangan ini diharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa terhadap ragam potensi dan kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat desa.


