
Mahasiswi P2M Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) bersilaturahim ke kediaman Kepala Dusun Biyan Tengah untuk mengucapkan selamat atas kepulangan beliau dari ibadah umrah. Kegiatan yang dihadiri perangkat desa dan masyarakat ini diisi dengan pembacaan talbiyah, tausiyah, doa bersama, serta berbagi pengalaman selama di Tanah Suci. Melalui kegiatan ini, mahasiswi P2M berharap silaturahim dan nilai-nilai ukhuwah Islamiyah semakin kuat di tengah masyarakat.
Mahasiswi Program Pengabdian pemberdayaan Masyarakat (P2M) melaksanakan kunjungan silaturahim ke kediaman Kepala Dusun Biyan Tengah pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat atas kepulangan beliau dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah umrah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh oleh beberapa mahasiswi P2M, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kehadiran masyarakat menjadi bukti eratnya tali silaturahim dan kebersamaan yang terus terjalin di lingkungan Dusun Biyan Tengah.
Prosesi penyambutan berlangsung dengan penuh suka cita. Kepala Dusun beserta rombongan diiringi kendaraan bermotor dan mobil layaknya iring-iringan dalam sebuah acara pernikahan sebagai simbol kebahagiaan atas kepulangan tamu Allah. Suasana semakin semarak dengan penyalaan kembang api yang menambah kemeriahan penyambutan.
Setelah rombongan tiba di kediaman, acara dilanjutkan dengan pembacaan talbiyah sebagai ungkapan syukur atas kesempatan menunaikan ibadah di Tanah Suci. Selanjutnya, salah satu tokoh masyarakat sekaligus kiai setempat menyampaikan tausiyah yang berisi penjelasan mengenai makna ibadah umrah, pentingnya meluruskan niat dalam beribadah, serta motivasi bagi masyarakat yang memiliki harapan untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dusun juga membagikan pengalaman selama menjalankan ibadah umrah. Beliau mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menjadi tamu-Nya. Dalam penyampaiannya, beliau juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat memberikan banyak oleh-oleh kepada para tamu.
"Saya tidak bisa memberikan apa-apa selain sedikit kurma dan air zamzam. Semoga melalui doa yang kita panjatkan bersama, Allah SWT segera memanggil saudara-saudara kita yang belum berkesempatan ke Baitullah, dan bagi yang sudah pernah ke sana semoga diberikan kesempatan untuk kembali menjadi tamu Allah," ungkap beliau.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh suami, istri, dan salah satu anggota keluarga yang juga turut menunaikan ibadah umrah. Doa dipanjatkan agar ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT serta menjadi umrah yang mabrur, sekaligus memohon agar seluruh masyarakat diberikan kemudahan dan kesempatan untuk memenuhi panggilan Allah ke Tanah Suci.
Kehadiran tamu Allah bukan semata-mata untuk menerima buah tangan, melainkan mengharap keberkahan doa yang baru kembali dari Tanah Suci. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa meskipun belum memperoleh kesempatan memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya secara langsung, masih ada kesempatan untuk bersilaturahmi dengan mereka yang telah lebih dahulu menunaikannya, sembari memohon doa agar suatu saat Allah SWT memberikan kesempatan yang sama.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, mahasiswi P2M berharap nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, rasa syukur, serta semangat untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal menuju Baitullah dapat tumbuh di tengah masyarakat.


