
Mahasiswi P2M Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) mengadakan program pembinaan qiraah dan edukasi Qur'ani bagi 25 murid TPQ di Desa Kaduara Barat, Larangan, Pamekasan, untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara tartil sekaligus mengenalkan dasar-dasar Bahasa Arab. Program ini meliputi latihan lagu tilawah, perbaikan makharijul huruf. Meski baru berlangsung dua kali pertemuan, kegiatan tersebut telah menunjukkan perkembangan positif pada kualitas bacaan dan kepercayaan diri murid, sekaligus diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi Qur'ani yang cinta Al-Qur'an, berilmu, dan berprestasi.
Dalam upaya mencetak generasi yang mahir Al-Qur'an sekaligus memiliki pemahaman keislaman yang kuat, Mahasiswi P2M Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) menyelenggarakan program pembinaan qiraah dan pengenalan dasar Bahasa Arab bagi murid Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurus Solihin di Desa Kaduara Barat Larangan Pamekasan pada Minggu (19/07/2026).
Program inovatif ini diikuti oleh sekitar 25 santri yang telah lancar membaca Al-Qur'an, terdiri dari 15 murid putri dan 10 murid putra. Sementara itu, bagi para santri yang masih berada pada tahap pengenalan tingkat Iqra', pembimbingan dilakukan secara terpisah agar proses belajar membaca dasar dapat berjalan lebih fokus dan terarah.
Fokus utama pembelajaran ini adalah melatih murid membaca Al-Qur'an secara tartil serta memperkenalkan variasi lagu tilawah seperti Bayati, Nahawand, Rast, Hijaz, Shoba, Sika, dan Jiharkah yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan santri. Pembelajaran diterapkan melalui pembacaan ayat bersama, pemberian contoh oleh pembimbing yang langsung diikuti oleh murid, serta penyetoran bacaan secara bergiliran untuk memastikan setiap santri mendapatkan bimbingan secara langsung.
Sebagai agenda baru di lingkungan TPQ setempat, kegiatan ini berhasil memantik antusiasme dan motivasi belajar para murid. Kendati baru berlangsung dua kali pertemuan, perkembangan positif mulai terlihat pada pelafalan makharijul huruf yang kian tepat. Pembinaan ini juga terbukti efektif menumbuhkan rasa percaya diri, di mana para santri putra dan putri kini mulai berani tampil membaca di hadapan teman-temannya, serta semakin bersemangat meniti cita-cita menjadi qari' dan qari'ah.
Tidak hanya berfokus pada keindahan lantunan bacaan, program ini diintegrasikan dengan pengembangan pemahaman Bahasa Arab. Para murid diperkenalkan dengan lafaz, cara pelafalan, dan kandungan makna ayat-ayat pilihan, salah satunya Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menjelaskan tentang tingginya derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Penanaman nilai ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur'an sekaligus membakar semangat menuntut ilmu sejak dini.
Melalui pelaksanaan program ini, Mahasiswi P2M UNIA berharap dapat meletakkan fondasi yang kokoh dalam membentuk generasi Qur'ani di Desa Kaduara Barat—generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an secara tartil dan berprestasi di bidang tilawah, tetapi juga memahami makna dasar ayat serta berani mengembangkan potensi diri.


