
Tim P2M menjalin silaturahmi dengan Pondok Pesantren Darut Thoyyibin untuk memperkuat sinergi dakwah dan pendidikan melalui rencana pembukaan kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bagi santriwati. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Nyai Fatimatuz Zahra sebagai bentuk dukungan terhadap program pengabdian mahasiswa. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terwujud pembinaan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat membangun ukhuwah Islamiyah dan menguatkan dakwah melalui pendidikan diwujudkan Tim Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) melalui kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darut Thoyyibin, Desa Saroka, Jumat (17/7). Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan dengan keluarga besar pondok, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam menghadirkan program-program pendidikan yang bermanfaat bagi para santriwati.
Kehadiran Tim P2M disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darut Thoyyibin, Nyai Fatimatuz Zahra. Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, di antaranya pembukaan kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris bagi santriwati. Program tersebut diharapkan menjadi sarana meningkatkan kompetensi berbahasa sekaligus memperkuat pemahaman terhadap khazanah keislaman sebagai bekal berdakwah dan menghadapi perkembangan zaman.
Selain membahas program kerja, kegiatan ini juga menjadi momentum perkenalan dan bertukar pengalaman antara mahasiswa dengan para santriwati. Interaksi yang terjalin mencerminkan nilai ukhuwah, saling berbagi ilmu, serta semangat belajar yang menjadi bagian penting dalam proses dakwah melalui pendidikan.
Nyai Fatimatuz Zahra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim P2M dan berharap kolaborasi yang dibangun mampu memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter santriwati.
"Kami sangat bersyukur atas kehadiran Tim P2M di Pondok Pesantren Darut Thoyyibin. Kami berharap para mahasiswi dapat berbagi ilmu melalui kegiatan mengajar serta membuka kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah dan mampu membekali santriwati dengan kemampuan yang bermanfaat untuk masa depan mereka," ujar Nyai Fatimatuz Zahra.
Koordinator Desa Tim P2M, Titi Surya Tehuayo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan dakwah melalui keteladanan, pendidikan, dan pemberdayaan.
"Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun ukhuwah dengan masyarakat pesantren. Kami meyakini bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga melalui pendidikan, pelayanan, dan keteladanan. Karena itu, kami berharap program kursus Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dapat menjadi media berbagi ilmu sekaligus menumbuhkan semangat belajar, memperluas wawasan, dan memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan santriwati," ungkap Titi Surya Tehuayo.
Melalui silaturahmi ini, Tim Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan dengan Pondok Pesantren Darut Thoyyibin dalam menghadirkan program-program dakwah dan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muslimah yang berakhlakul karimah, berwawasan luas, serta memiliki keseimbangan antara kedalaman ilmu agama dan kecakapan intelektual, sejalan dengan cita-cita melahirkan ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama.

