
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) P2M di Balai Desa Karduluk menjadi ruang bagi tujuh kelompok P2M putra untuk memaparkan progres program kerja sekaligus mendapatkan arahan dari panitia dan dosen. Dalam evaluasi tersebut, Kelompok VI mendapat masukan untuk memperkuat program edupreneurship UMKM Jubadha yang menghadapi tantangan regenerasi di kalangan generasi muda. Masukan ini menjadi dorongan bagi kelompok untuk mengembangkan kegiatan yang dapat meningkatkan minat pemuda dalam mengenal dan melestarikan potensi lokal Desa Karduluk.
Karduluk, 25 Juli 2026 – Balai Desa Karduluk menjadi tempat pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut diikuti oleh panitia P2M bersama perwakilan dari tujuh kelompok P2M putra sebagai bagian dari evaluasi terhadap perkembangan program pengabdian yang tengah berjalan.
Panitia P2M yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Najmi Faza, S.Pd.I., M.Pd., Fathorrahman, S.Sos.I., M.Pd., Dr. Hermanto Halil, M.Pd.I., Dr. Encung, S.Fil.I., M.Fil.I., dan Andri Sutrisno, S.Pd., M.Ag. Masing-masing kelompok mengirimkan dua perwakilan untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menyampaikan perkembangan pelaksanaan program di wilayah pengabdian masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok secara bergilir memaparkan tema dan program kerja yang telah disusun beserta progres pelaksanaannya. Paparan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dan masukan dari dosen serta panitia P2M yang hadir. Kegiatan ini menjadi ruang bagi setiap kelompok untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus mendapatkan arahan agar kegiatan pengabdian dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain mengevaluasi program kerja, setiap kelompok juga diminta mempersiapkan berbagai dokumen administrasi sebagai bagian dari kelengkapan pengelolaan posko. Dokumen tersebut meliputi agenda kegiatan, program kerja, agenda harian, struktur posko, inventaris posko, daftar hadir anggota P2M, progres kemajuan program kerja, hingga buku tamu.
Dalam kesempatan tersebut, Kelompok VI Desa Karduluk mendapatkan sejumlah masukan terkait penyederhanaan tema program serta penguatan program edupreneurship yang diarahkan pada salah satu potensi lokal Desa Karduluk, yaitu UMKM jajanan tradisional Jubadha. Potensi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian karena mulai menghadapi tantangan dalam hal regenerasi, terutama menurunnya minat generasi muda untuk meneruskan usaha yang menjadi bagian dari kekayaan lokal masyarakat Karduluk.
Panitia P2M mendorong Kelompok VI untuk merancang kegiatan yang dapat meningkatkan kembali ketertarikan generasi muda terhadap UMKM Jubadha. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari usaha menjaga keberlangsungan warisan kuliner lokal agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.
Bagi Kelompok VI P2M UNIA, masukan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk kembali melihat potensi Desa Karduluk secara lebih luas. Selain seni ukir, gula merah, dan tikar anyaman, Jubadha merupakan salah satu kekayaan lokal yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui penguatan program edupreneurship, mahasiswa diharapkan dapat membantu membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melihat peluang pengembangan potensi lokal yang ada di desa mereka sendiri.
Pelaksanaan Monev ini menjadi bagian penting dalam perjalanan P2M Kelompok VI di Desa Karduluk. Selain menjadi ruang evaluasi terhadap program yang telah berjalan, kegiatan ini juga memberikan arah baru bagi mahasiswa untuk memperkuat program pengabdian agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi potensi lokal Desa Karduluk.


