
Balai Desa Karduluk menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak melalui kegiatan belajar malam sebagai bagian dari implementasi Program Rumah Belajar Desa. Selain materi Fiqih Dasar tentang taharah, mahasiswa juga memberikan pendampingan khusus kepada dua anak yang masih mengalami kesulitan menulis. Pendampingan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan langsung selama pembelajaran, mulai dari mengenalkan huruf alfabet hingga latihan menulis sebagai dasar untuk mendukung kemampuan membaca. Melalui kegiatan ini, Rumah Belajar Desa diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang membantu anak-anak membangun kebiasaan belajar di luar sekolah sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali dan mendampingi kebutuhan belajar mereka secara lebih dekat.
Karduluk, 21 Juli 2026 – Balai Desa Karduluk kembali menjadi ruang belajar bagi anak-anak di sekitar desa melalui kegiatan belajar malam yang menjadi bagian dari implementasi Program Rumah Belajar Desa pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.15 hingga 19.45 WIB ini diikuti oleh 18 anak yang terdiri dari 10 laki-laki dan 8 perempuan dengan jenjang pendidikan yang beragam. Melalui kegiatan ini, Mahasiswa P2M UNIA Kelompok VI berupaya menghadirkan pembiasaan positif bagi anak-anak dengan mengisi waktu malam sebelum beristirahat melalui kegiatan belajar.
Pembelajaran malam tersebut diisi dengan materi Fiqih Dasar tentang Taharah, khususnya macam-macam najis. Kegiatan dipandu oleh Fajar Bashori, salah satu mahasiswa P2M Kelompok VI, dengan menggunakan perangkat belajar sederhana berupa papan tulis, spidol, dan penghapus. Materi disampaikan secara interaktif agar dapat dipahami oleh peserta dengan latar belakang jenjang pendidikan yang beragam.
Selain penyampaian materi utama, mahasiswa juga memberikan pendampingan tambahan kepada dua anak yang diketahui masih mengalami kesulitan dalam menulis. Hal tersebut diketahui melalui pengamatan langsung selama kegiatan belajar berlangsung. Melihat kondisi tersebut, Bimasbuqien Abdillah secara langsung memberikan pendampingan dengan mengajarkan cara menulis sekaligus memandu kedua anak tersebut untuk mengenal dan menghafalkan huruf alfabet. Pembinaan ini menjadi langkah awal yang dianggap penting sebelum mereka belajar lebih jauh mengenai kemampuan menulis dengan baik dan benar, yang juga berkaitan erat dengan kemampuan membaca.
Kegiatan belajar malam ini menjadi salah satu bentuk implementasi Rumah Belajar Desa yang dirancang sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak di Desa Karduluk. Mengingat peserta memiliki jenjang pendidikan yang beragam, materi yang diberikan disusun secara sederhana dan mendasar agar dapat menjangkau seluruh peserta. Selain Fiqih Dasar, kegiatan Rumah Belajar Desa ke depan juga diarahkan untuk memberikan pendampingan tahsin, motivasi belajar, tata cara menulis dengan baik dan rapi, serta mahfudhat yang berkaitan dengan semangat menuntut ilmu.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar malam direncanakan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan dua hari libur, yaitu Ahad dan Kamis, menyesuaikan dengan kegiatan khusus yang berlangsung di Masjid Al-Musamma. Satu mahasiswa bertugas sebagai pengajar, sementara mahasiswa lainnya turut mendampingi dan mengamati proses belajar anak-anak. Pola ini memungkinkan mahasiswa untuk tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melihat kebutuhan belajar setiap anak secara langsung.
Bagi Mahasiswa P2M UNIA Kelompok VI, kegiatan sederhana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kebiasaan belajar anak-anak di luar jam sekolah sekaligus memberikan ruang belajar alternatif yang dekat dengan lingkungan mereka. Pengamatan langsung selama kegiatan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali kebutuhan belajar anak secara lebih personal, sehingga pendampingan dapat diberikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Lebih dari itu, mahasiswa berharap Rumah Belajar Desa dapat terus tumbuh dan berlanjut meskipun masa P2M telah berakhir. Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat melibatkan Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, maupun pihak lain yang memiliki kepedulian dan semangat yang sama untuk terus menghadirkan ruang belajar bagi anak-anak Desa Karduluk.


