
Mahasiswa P2M UNIA Kelompok VI melaksanakan silaturahmi dengan Kepala Dusun Dunggadung, Desa Karduluk, untuk menggali potensi wilayah sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dusun. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai informasi mengenai kondisi masyarakat, mulai dari kuatnya budaya khatmul Al-Qur'an, potensi ekonomi berbasis seni ukir yang menjadi mata pencaharian utama warga, hingga strategi pembinaan pemuda yang diterapkan Kepala Dusun. Silaturahmi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyerap inspirasi kepemimpinan dan memahami potensi lokal sebagai bekal dalam mendukung pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Karduluk.
Karduluk, 17 Juli 2026 – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien (UNIA) Kelompok VI melaksanakan agenda silaturahmi dengan Kepala Dusun Dunggadung, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, pada Jumat (17/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenali lebih dekat karakter masyarakat, potensi dusun, serta menjalin sinergi dengan para tokoh setempat dalam mendukung pelaksanaan program pengabdian.
Silaturahmi yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut sempat mengalami penyesuaian jadwal karena Kepala Dusun Dunggadung masih memiliki agenda lain pada siang hari. Setibanya di kediaman beliau, rombongan mahasiswa disambut dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Beberapa anggota kelompok tidak dapat mengikuti kegiatan ini karena mendapat tugas sebagai panitia pelaksana Idul Khotmi Nasional di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dusun Dunggadung memaparkan berbagai informasi mengenai kondisi wilayah yang dipimpinnya. Dusun Dunggadung merupakan dusun dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Desa Karduluk setelah Dusun Blajud, dengan jumlah penduduk mencapai 1.573 jiwa. Dari aspek kehidupan keagamaan, dusun ini memiliki belasan mushalla yang aktif digunakan masyarakat, sementara tradisi khatmul Al-Qur'an masih terjaga dan menjadi bagian dari budaya religius yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain itu, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai potensi ekonomi masyarakat. Kepala Dusun menjelaskan bahwa hampir seluruh warga Dunggadung berprofesi sebagai pengukir. Beragam hasil ukiran yang diproduksi masyarakat menjadi salah satu penopang utama perekonomian desa. Upah jasa ukiran pun bervariasi, mulai dari sekitar Rp150.000, Rp300.000, Rp600.000, hingga mencapai jutaan rupiah, bergantung pada tingkat kesulitan serta ukuran media yang dikerjakan.
Tidak hanya membahas potensi wilayah, Kepala Dusun juga berbagi pengalaman selama mengemban amanah sejak tahun 2019. Menariknya, beliau bukan merupakan warga asli Desa Karduluk, melainkan berasal dari Kecamatan Bluto. Meskipun demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmennya dalam mengabdi dan membangun Dusun Dunggadung bersama masyarakat.
Salah satu hal yang paling menginspirasi dalam pertemuan tersebut adalah pandangan beliau mengenai pentingnya peran generasi muda. Untuk menjaga kekompakan, beliau secara rutin mengajak para pemuda berkumpul, bahkan sekadar makan bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi. Menurutnya, hubungan yang baik akan mempermudah koordinasi, memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan, serta mendorong kolaborasi dalam menjaga keamanan dan memajukan dusun. Baginya, pemuda merupakan aset berharga yang akan menentukan masa depan Dusun Dunggadung dan Desa Karduluk.
Menjelang akhir pertemuan, Kepala Dusun mengundang mahasiswa P2M UNIA untuk turut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus mendatang. Beliau menyampaikan bahwa perayaan HUT RI di Desa Karduluk dikenal sebagai salah satu yang paling semarak di Kecamatan Pragaan, berkat tingginya antusiasme masyarakat dan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan warga.
Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan mahasiswa berpamitan untuk kembali ke balai desa. Silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan dengan pemerintah dusun, tetapi juga memberikan wawasan baru mengenai potensi lokal, nilai-nilai kepemimpinan, serta pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai modal utama dalam menyukseskan program pengabdian di Desa Karduluk.


