
Mahasiswa P2M UNIA Kelompok VI melanjutkan agenda silaturahmi dengan Kepala Dusun Somangkaan sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan membangun sinergi dengan pemerintah desa. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, beliau berbagi pengalaman semasa mengikuti KKN serta memberikan masukan terhadap program kerja P2M yang akan dilaksanakan. Selain itu, Kepala Dusun Somangkaan menyampaikan bahwa dusunnya memiliki sekitar 800 jiwa penduduk dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai pengukir kayu, yang menjadi salah satu identitas khas Desa Karduluk.
Karduluk, 16 Juli 2026 ( Hari Keempat ) – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) 2026 Universitas Al-Amien (UNIA) Kelompok VI melanjutkan agenda silaturahmi dengan para kepala dusun di Desa Karduluk. Pada hari keempat pelaksanaan P2M, silaturahmi dilaksanakan bersama Kepala Dusun Somangkaan pada sore hari, mulai pukul 15.30 hingga 16.30 WIB di kediaman beliau.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian silaturahmi yang telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Tujuannya adalah untuk membangun kedekatan komunikasi dan mempererat interaksi sosial antara mahasiswa P2M Kelompok VI dengan para pihak terkait, khususnya para kepala dusun sebagai mitra penting dalam pelaksanaan pengabdian di Desa Karduluk.
Pertemuan berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Kepala Dusun Somangkaan menyambut kedatangan mahasiswa dengan antusias dan terbuka berdiskusi mengenai berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Dalam perbincangan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan kepala dusun termuda di Desa Karduluk.
Beliau turut berbagi pengalaman ketika menjalani program KKN semasa menjadi mahasiswa. Pengalaman tersebut membuat beliau merasa dekat dengan kegiatan yang sedang dijalani oleh mahasiswa P2M saat ini, sehingga banyak memberikan masukan dan mendengarkan rencana program yang akan dijalankan di Desa Karduluk.
Terkait kondisi Dusun Somangkaan, beliau menjelaskan bahwa jumlah penduduk di dusun tersebut sekitar 800 jiwa dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai pengukir kayu. Profesi tersebut menjadi salah satu bukti nyata bagaimana masyarakat setempat terus melestarikan budaya ukir yang telah lama menjadi identitas khas Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan.
Melalui silaturahmi ini, mahasiswa P2M UNIA Kelompok VI berharap dapat semakin memahami kondisi sosial masyarakat serta menjalin kerja sama yang baik dengan seluruh unsur pemerintahan desa demi mendukung kelancaran program pengabdian yang akan dilaksanakan selama berada di Desa Karduluk.


