Berita Desa

Angkat Sejarah dan Potensi Desa, P2M UNIA Resmikan Logo dan Luncurkan Video Profil Desa Murtajih

Jumat, 14 Agustus 2026 Desa Murtajih
Angkat Sejarah dan Potensi Desa, P2M UNIA Resmikan Logo dan Luncurkan Video Profil Desa Murtajih

Penutupan P2M Universitas Al-Amien Prenduan di Desa Murtajih, Pamekasan, diwarnai dengan peresmian dan penyerahan logo Desa Murtajih oleh Koordinator Desa P2M, Rom Nur Hasanah, kepada Kepala Desa Murtajih, Hj. Moh. Baharuddin A., M.A. Logo tersebut mengangkat sejarah asal-usul nama Murtajih melalui simbol sumur dan tajih, serta merepresentasikan nilai kehidupan masyarakat melalui simbol air, padi dan kapas, serta bintang. Selain itu, mahasiswa P2M juga menayangkan video profil Desa Murtajih yang mendokumentasikan berbagai potensi desa, seperti kerapan sapi, pertanian, budidaya lele, ekowisata, UMKM, TPS 3R, pendidikan, serta kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Kedua karya tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat identitas sekaligus memperkenalkan sejarah dan potensi Desa Murtajih kepada masyarakat yang lebih luas.

Pamekasan, 12 Agustus 2026 — Rangkaian kegiatan P2M Universitas Al-Amien Prenduan di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, resmi ditutup pada Rabu (12/8). Kegiatan penutupan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Murtajih, Hj. Moh. Baharuddin A., M.A., perangkat desa, masyarakat setempat, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nurul Hidayati, S.S., M.Pd.

Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah peresmian dan penyerahan logo Desa Murtajih yang dilakukan oleh Koordinator Desa P2M, Rom Nur Hasanah, kepada Kepala Desa Murtajih. Logo tersebut merupakan hasil program kerja tambahan kelompok P2M Desa Murtajih yang dirancang sebagai identitas visual dengan mengangkat sejarah, nilai, dan kehidupan masyarakat setempat.

Perancangan logo Desa Murtajih tidak terlepas dari sejarah yang melekat pada asal-usul nama desa. Simbol sumur dan tajih, yang digambarkan sebagai benda berbentuk runcing, merepresentasikan asal mula nama Desa Murtajih. Sementara itu, air yang mengelilingi sumur menggambarkan sumur sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat.

Unsur padi dan kapas dalam logo melambangkan harapan terpenuhinya kebutuhan sandang dan pangan masyarakat Murtajih melalui kegiatan bercocok tanam. Adapun simbol bintang merepresentasikan masyarakat Murtajih yang agamis dan berpegang pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

Peresmian logo tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa P2M dalam memperkuat identitas Desa Murtajih dengan mengangkat unsur sejarah dan karakteristik yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.

Selain peresmian logo, kegiatan penutupan juga diisi dengan penayangan video profil Desa Murtajih, yang menjadi salah satu program kerja utama kelompok P2M. Video tersebut disaksikan bersama oleh masyarakat sebagai bentuk dokumentasi sekaligus pengenalan terhadap berbagai potensi yang dimiliki Desa Murtajih.

Video profil menampilkan beragam potensi desa, di antaranya kerapan sapi, pertanian, budidaya lele, ekowisata, UMKM, pengelolaan sampah melalui TPS 3R, pendidikan, serta kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Video tersebut juga menampilkan sejumlah UMKM yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat Desa Murtajih.

Melalui video profil tersebut, mahasiswa P2M berupaya memperkenalkan Desa Murtajih tidak hanya dari sisi wilayahnya, tetapi juga melalui masyarakat, budaya, potensi ekonomi, serta berbagai aktivitas yang menjadi ciri khas desa.

Peresmian logo dan penayangan video profil menjadi dua hasil yang melengkapi rangkaian pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Murtajih. Logo menjadi representasi identitas desa, sementara video profil menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan penutupan ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian P2M Universitas Al-Amien Prenduan di Desa Murtajih. Selama pelaksanaan P2M, mahasiswa berkesempatan untuk berinteraksi, belajar, dan berkolaborasi bersama pemerintah desa serta masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Berakhirnya masa pengabdian tersebut diharapkan tidak menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin, tetapi menjadi awal dari keberlanjutan silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat, dan Pemerintah Desa Murtajih.

Kembali ke Berita Diperbarui 14 Agustus 2026