
Pamekasan, 30 Juli 2026 — Mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) Desa Murtajih melakukan pendampingan promosi digital bagi sejumlah pelaku usaha lokal sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan memperluas jangkauan UMKM serta potensi ekonomi Desa Murtajih melalui media sosial.
Program ini merupakan tindak lanjut dari proses pendataan dan digitalisasi lokasi UMKM yang dilakukan mahasiswa selama pelaksanaan P2M. Setelah mengidentifikasi sejumlah usaha yang memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas, mahasiswa kemudian membuat konten video promosi yang dipublikasikan melalui media sosial, khususnya TikTok.
Beberapa usaha yang menjadi bagian dari program promosi tersebut meliputi Rujak Cingur dan Campor Tolang yang berlokasi di belakang Balai Desa Murtajih, Warung Bu Ho atau yang lebih dikenal dengan Kocor Balap Mak Ho, budidaya lele milik BUMDes Murtajih, serta pabrik tempe.
Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan pengambilan gambar secara langsung di lokasi usaha dengan menampilkan produk, aktivitas usaha, serta suasana tempat. Materi tersebut kemudian dikemas menjadi video promosi dan dipublikasikan melalui akun TikTok P2M untuk memperkenalkan potensi usaha lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Menariknya, respons yang muncul setelah konten dipublikasikan menunjukkan bahwa promosi digital tersebut tidak hanya menjangkau masyarakat di luar Desa Murtajih, tetapi juga membuka informasi baru bagi warga setempat. Sejumlah komentar pada konten promosi mengungkapkan bahwa masih terdapat warga Murtajih yang sebelumnya belum mengetahui keberadaan beberapa UMKM yang dipromosikan oleh mahasiswa P2M.
Hal tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal sebenarnya cukup beragam, tetapi belum seluruhnya dikenal oleh masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mahasiswa P2M melihat pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana untuk memperkenalkan usaha-usaha lokal yang selama ini mungkin hanya dikenal oleh masyarakat di sekitar lokasi usaha.
Dampak promosi juga dirasakan secara langsung oleh beberapa pelaku usaha. Pak Junaidi, selaku pemilik usaha Rujak Cingur dan Campor Tolang, serta Bu Ho, pemilik Warung Kocor Balap Mak Ho, mengaku beberapa kali kedatangan pelanggan yang menyampaikan bahwa mereka mengetahui usaha tersebut melalui promosi di TikTok.
Kedua pelaku usaha tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa atas promosi yang telah dilakukan. Bagi peserta P2M, pengalaman tersebut menjadi penyemangat untuk terus membantu memperkenalkan UMKM dan potensi usaha yang ada di Desa Murtajih.
Respons dari pelaku usaha dan masyarakat tersebut menjadi salah satu pengalaman penting bagi mahasiswa bahwa digitalisasi UMKM tidak selalu harus dimulai dari hal yang kompleks. Pembuatan konten sederhana yang menampilkan keberadaan, produk, dan lokasi usaha dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan visibilitas usaha di tengah masyarakat.
Program promosi juga menjadi bagian dari rangkaian upaya P2M UNIA dalam mendorong digitalisasi dan penguatan UMKM Desa Murtajih. Promosi melalui media sosial turut didukung dengan penambahan lokasi usaha secara digital, sehingga calon konsumen tidak hanya dapat mengetahui keberadaan suatu usaha melalui konten, tetapi juga lebih mudah menemukan lokasinya.
Melalui program ini, mahasiswa P2M berharap semakin banyak potensi usaha Desa Murtajih yang dikenal, baik oleh masyarakat setempat maupun masyarakat di luar desa. Lebih dari sekadar mempromosikan produk, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu membuka akses informasi mengenai potensi ekonomi lokal dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen yang lebih luas.
Bagi P2M UNIA, respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha menjadi dorongan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi dan kebutuhan nyata masyarakat Desa Murtajih.


