
Mengawali pengabdian di Desa Saroka, mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan TPQ melalui koordinasi, penataan posko, serta penyusunan program sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Saroka,13 Juli 2026 mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui penerjunan mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Tahun 2026. Bertempat di Aula Rektorat Lantai III, dengan banyak mahasiswa 160 peserta P2M secara resmi dilepas pada Senin 17 Juli 2026 untuk mengemban amanah pengabdian di berbagai desa mitra, termasuk Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
Prosesi pelepasan yang dimulai pukul 07.30 WIB berlangsung khidmat dan menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kompetensi akademik melalui pemberdayaan masyarakat. Setelah prosesi pelepasan, mahasiswa diserahkan kepada masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bentuk tanggung jawab institusional dalam pelaksanaan program pengabdian.
Selanjutnya, pada pukul 10.11–10.59 WIB, kelompok P2M Desa Saroka secara resmi diserahkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (Siti Khotijah, S.Sos.I., M.Kom.I.)kepada Pemerintah Desa Saroka di Balai Desa. Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa sebagai wujud keterbukaan dan dukungan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
"Kami berharap kehadiran mahasiswa P2M mampu menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa dalam menghadirkan inovasi, pemberdayaan, dan penguatan kapasitas masyarakat," menjadi semangat yang tercermin dalam suasana penyambutan tersebut.
Usai prosesi serah terima, mahasiswa melaksanakan survei ulang terhadap posko yang telah difasilitasi oleh pemerintah desa. Posko yang berlokasi di Ruang Koperasi Merah Putih tersebut akan difungsikan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal, sekaligus ruang perencanaan seluruh aktivitas pengabdian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan dan penataan posko guna menciptakan lingkungan kerja yang representatif dan kondusif.
Tidak berhenti pada aspek administratif, mahasiswa P2M juga mulai membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi awal bersama pimpinan serta pengasuh TPQ Darut Toyyibin. Pertemuan ini menjadi ruang dialog dalam menyusun kesepahaman awal mengenai implementasi program bidang keagamaan, khususnya penguatan literasi Al-Qur'an dan pembinaan karakter santri.
Koordinasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan keagamaan. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berorientasi pada keberlanjutan.
Hari pertama pelaksanaan P2M di Desa Saroka menandai dimulainya proses pengabdian yang tidak sekadar berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga pada pembangunan kepercayaan, komunikasi, dan kemitraan dengan seluruh unsur masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai pengabdian, mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih berdaya, religius, dan berkelanjutan.

