
Mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan melaksanakan program Tahsinul Qur'an dan Tahsinul Ibadah di TPQ Darut Toyyibin, Desa Saroka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an serta pemahaman ibadah para santri melalui pendampingan rutin. Para santri mengikuti pembelajaran dengan antusias, sementara pengelola TPQ memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Desa Saroka.
Saroka, 14 Juli 2026 — Sebagai bentuk penguatan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat, mahasiswa Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Universitas Al-Amien Prenduan melaksanakan program Tahsinul Qur'an dan Tahsinul Ibadah di TPQ Darut Toyyibin, Desa Saroka, Selasa (14/7). Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari pukul 19.00–21.00 WIB tersebut menjadi salah satu program unggulan mahasiswa P2M dalam mendampingi santri meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an sekaligus pemahaman terhadap tata cara ibadah yang benar.
Program diawali dengan pembelajaran Tahsinul Qur'an melalui pendampingan membaca Al-Qur'an yang berfokus pada perbaikan makharijul huruf, penerapan kaidah tajwid, serta peningkatan kelancaran membaca. Pendampingan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing santri agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Selain pembelajaran Al-Qur'an, mahasiswa juga memberikan bimbingan Tahsinul Ibadah yang meliputi penyempurnaan tata cara berwudu, salat, doa-doa harian, serta praktik ibadah lainnya sesuai tuntunan syariat Islam. Materi disampaikan secara interaktif melalui demonstrasi dan praktik langsung sehingga santri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme para santri terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Semangat belajar yang tinggi serta keaktifan peserta dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran menciptakan suasana yang kondusif dan penuh semangat. Kehadiran mahasiswa P2M juga mendapat sambutan positif dari pengelola TPQ dan masyarakat setempat karena dinilai mampu memberikan motivasi serta warna baru dalam proses pembelajaran.
Ketua Kelompok P2M Universitas Al-Amien Prenduan menyampaikan bahwa program tahsin merupakan salah satu bentuk pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga pembentukan karakter islami sejak usia dini.
"Melalui program Tahsinul Qur'an dan Tahsinul Ibadah ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan anak-anak. Harapannya, para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, tetapi juga memahami serta membiasakan ibadah sesuai tuntunan syariat dalam kehidupan sehari-hari," Ujar Titi Surya Tehuayo. Ketua Kelompok P2M Universitas Al-Amien Prenduan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.
Melalui program Tahsinul Qur'an dan Tahsinul Ibadah, mahasiswa P2M Universitas Al-Amien Prenduan berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Saroka. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, meningkatkan kualitas ibadah generasi muda, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun pendidikan keagamaan yang berkualitas.

